Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov: Stunting di Sulteng Masih di Atas Rata-rata Nasional

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Pemprov: Stunting di Sulteng Masih di Atas Rata-rata Nasional Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Ket. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido.

PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut prevalensi stunting di daerah itu masih berada di atas rata-rata angka nasional, walaupun menunjukkan kondisi penurunan.

“Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Sulteng turun dari 28,2 persen tahun 2022 menjadi 26,1 persen di tahun 2024. Sementara rata-rata nasional telah mencapai 19,8 persen,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido di Palu, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Wagub dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2025, yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut dia, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Hal itu membutuhkan kerja sama semua pihak, pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan.

Lanjut dia, data Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2024 (PK24) terdapat 789.377 keluarga di Sulteng, dengan 431.185 pasangan usia subur. Adapun kasus pernikahan usia dini masih tercatat sebesar 0,73 persen.

“Angka ini mengkhawatirkan, karena berkaitan langsung dengan kesehatan reproduksi serta risiko stunting,” ungkapnya.

Selain itu, capaian pembangunan kependudukan Sulteng menunjukkan progres positif. Total Fertility Rate (TFR) tahun 2024 tercatat 2,26 anak per perempuan. Sementara itu, penggunaan kontrasepsi modern meningkat menjadi 58,9 persen, dengan 34,5 persen di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Menurut Wagub, tantangan masih membayangi dimana sekitar 13,8 persen pasangan usia subur, masih belum terpenuhi kebutuhan layanan KB-nya. Ia pun menekankan pentingnya perluasan akses serta peningkatan kualitas layanan, khususnya melalui posyandu dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.