Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nyeri di Perut Kanan Atas dan Urin Gelap Salah Satu Tanda Gejala Kanker Empedu

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 19:05 WIB | Oleh:
Nyeri di Perut Kanan Atas dan Urin Gelap Salah Satu Tanda Gejala Kanker Empedu  Doc: AstraZeneca Indonesia
Ket. Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, dalam acara edukasi media kanker empedu berjudul ”Kenali dan Pahami: Kanker Saluran Empedu, yang diadakan oleh AstraZeneca Indonesia di Jakarta pada hari Selasa (8/7).

JAKARTA – Kanker empedu merupakan salah satu jenis kanker paling agresif dan berisiko tinggi, namun masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Untuk meningkatkan literasi kesehatan serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini, AstraZeneca Indonesia menggandeng dokter ahli menyelenggarakan sesi edukasi publik sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memajukan penanganan kanker yang kompleks ini.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay, mengatakan, sebagai perusahaan biofarmasi global, AstraZeneca berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam penanganan penyakit tidak menular, termasuk kanker. Salah satu fokus kami adalah edukasi kesehatan mengenai kanker, termasuk kanker saluran empedu, sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

”Kurangnya pemahaman dan kesadaran terhadap kanker empedu masih menjadi tantangan utama dalam penanganannya, sehingga banyak pasien baru terdiagnosis ketika sudah berada pada stadium lanjut," ujar dia dalam acara edukasi berjudul Kenali dan Pahami: Kanker Saluran Empedu, di Jakarta pada hari Selasa (8/7).

Kurangnya Kesadaran, Ancaman yang Nyata

Kanker empedu adalah kondisi di mana terjadi pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali pada organ empedu. Kanker empedu dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker kantong empedu (gallbladder cancer) dan kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma).

Kanker kantong empedu terjadi pada organ kecil yang menyimpan empedu untuk pencernaan dan menyalurkannya ke organ-organ saluran cerna dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Hal ini menyebabkan diagnosis cenderung terlambat, ketika penyakit telah menyebar ke organ lain dan peluang kesembuhan semakin menurun.

Sementara itu, kanker saluran empedu terjadi pada saluran empedu, yaitu tabung-tipis yang menghubungkan hati, kantong empedu, dan usus kecil. Kanker saluran empedu dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan lokasinya: perihilar (di dekat persimpangan saluran empedu), distal (di dekat usus kecil), dan intrahepatik (di dalam hati). Sebanyak 15-20% penyebab dari kanker hati disebabkan oleh kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) intrahepatik.

Menurut data Globocan 2022, di seluruh dunia, ditemukan 627 kasus baru kanker kantong empedu setiap tahunnya dengan angka kematian 432 jiwa; sementara itu, diperkirakan sekitar 3.570 kasus baru kanker pada saluran empedu (~15% dari kanker hati) diperkirakan terjadi setiap tahunnya.

 Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, M.Pd.Ked., FINASIM, FACP, mengungkapkan bahwa gejala awal kanker empedu kerap disalahartikan atau tidak disadari. Gejala tersebut meliputi nyeri di perut kanan atas, penyakit kuning, urin gelap, tinja pucat, mual, penurunan berat badan tanpa sebab, hingga gatal-gatal.

Adapun faktor risikonya meliputi batu empedu, infeksi parasit, kelainan saluran empedu, penyakit hati kronis seperti sirosis dan hepatitis, usia lanjut, obesitas, riwayat keluarga, serta paparan bahan kimia tertentu. “Penting untuk dipahami bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti pasti terkena kanker, namun kewaspadaan dan pemeriksaan rutin sangat disarankan,” ujar Prof. Ikhwan.

Deteksi Dini dan Penanganan Multidisiplin

Deteksi dini merupakan kunci. Pemeriksaan seperti USG, CT scan, MRI, dan tes fungsi hati dapat membantu mendeteksi secara akurat sebelum kanker berkembang lebih jauh. Penanganannya pun idealnya melibatkan pendekatan multidisiplin dari hepatolog, onkolog, ahli bedah, patolog, hingga nurse navigator untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang menyeluruh dan terkoordinasi.

Terobosan Pengobatan dengan Imunoterapi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.