Film Drama Romantis 'Sore: Istri dari Masa Depan' Tayang di Bioskop 10 Juli
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 14:34 WIB | Oleh: Tim PenulisSalah satu kekuatan utama yang ditonjolkan dalam "Sore: Istri dari Masa Depan" adalah komitmen Yandy Laurens untuk syuting langsung di berbagai tempat, seperti Finlandia dan Kroasia, selain Indonesia.
Berangkat dari landasan idealisme, pengambilan gambar dilakukan tanpa memanfaatkan teknologi chroma key (layar hijau/biru) atau bahkan generasi gambar berbasis akal imitasi (AI).
Yandy menjelaskan bahwa tim produksi secara khusus menghabiskan waktu selama 14 hari di atas kapal pemecah es di Finlandia, guna merekam adegan di tengah hamparan es dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celsius.
Menurut Yandy, suasana yang ditampilkan lokasi asli dengan suhu yang ekstrem memberikan pengalaman sinematik yang tidak bisa disandingkan dengan adegan-adegan yang dibuat dengan latar belakang digital semata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, kota Grožnjan di Kroasia dipilih sebagai latar kehidupan Jonathan yang membentuk esensi karakternya sebagai seorang fotografer.
Adapun adegan di Indonesia, sebuah rumah di Jakarta Utara turut dijadikan set khusus yang memberikan sentuhan akrab bagi penonton lokal.
Beruntung Yandy karena produser filmnya, Suryana Paramita, mendukung total pemilihan lokasi syuting yang asli. Karena lokasi asli dianggap memberikan kedalaman yang lebih meyakinkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Totalitas juga ditunjukkan oleh para aktor. Sheila Dara Aisha secara khusus sampai rela mengikuti kursus bahasa Kroasia karena syuting dan sebagian adegannya juga dilakukan di negara itu.
Tidak hanya menyesuaikan intonasi, nada, dan karakteristik suara agar sesuai dengan gambaran karakter 'Sore' yang diharapkan sutradara, Sheila juga menjalani latihan kebugaran untuk membentuk visi sang Sutradara terhadap Sore yang rajin berolah raga, serta esensi ceritanya mengajak orang yang dicintai agar menjalani hidup sehat.
Ada juga kesulitan tersendiri dalam menyesuaikan dengan karakter suara Sore yang lebih mendalam dan berwibawa dibanding suara asli Sheila Dara sendiri yang seperti pengerat kecil ("chipmunk") yang melengking.
"Namun itulah pengalaman yang berharga," ungkap Sheila, "para pemerannya juga bertumbuh menjadi aktor yang lebih baik."
Dion Wiyoko, yang kembali memerankan Jonathan setelah delapan tahun, merasa versi film memberinya ruang lebih luas untuk mengeksplorasi sisi emosional karakternya.
Sebuah pengalaman menarik baginya ketika hasil jepretannya sebagai fotografer di film dipamerkan secara nyata dalam sebuah adegan pameran yang mendebarkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!