Jangan Takut Tua, Penuaan Bisa Diperlambat Lewat Molekul RNA-mikro yang Mengendalikan Gen Kita
📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk itu, diperlukan penelitian lanjutan guna mengendalikan gen terkait jalur penuaan untuk memperlambat proses penuaan.
2. Deteksi tanda-tanda penuaan
RNA-mikro juga bisa berperan sebagai biomarker penuaan, yaitu penanda dalam tubuh yang bisa diukur dan bantu mengetahui tanda-tanda penuaan maupun risiko penyakit yang menyertainya. Mendeteksi biomarker RNA-mikro bisa membantu kita melakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat.
Contohnya, sebuah penelitian pada hewan tahun 2023 menemukan bahwa kadar RNA-mikro miR-23a dalam darah akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. MiR-23a memengaruhi gen FOXO3a yang berperan penting mengatur pertumbuhan sel dan melindunginya dari kerusakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian lanjutan pada manusia sedang dikembangkan untuk memastikan apakah miR-23a bisa jadi penanda penuaan yang akurat. Jika miR-23a bisa dikendalikan (misalnya dengan zat antimiR-23a), maka RNA-mikro ini berpotensi digunakan dalam terapi antipenuaan di masa depan.
3. Menjaga fungsi sel saraf
Selain disebabkan oleh gangguan sinyal dalam sel, penuaan terjadi akibat protein sel rusak dan tidak terbentuk dengan benar. Ketika tubuh sulit menjaga keseimbangan dan kualitas protein sel, hal ini akan memicu penyakit otak terkait usia (seperti Parkinson dan Alzheimer).
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian dalam jurnal Antioxidants & Redox Signaling menemukan RNA-mikro bernama miR-146a berpotensi digunakan untuk mengatur gen penting dalam sel saraf, seperti ROCK1 dan GDNF. Kedua gen ini berperan menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup sel saraf, tetapi juga terkait dengan perkembangan penyakit Parkinson.
Sementara itu, RNA-mikro lain yang bertugas mengatur kerja sel saraf (seperti miR-151a-5p, miR-423-3p, dan miR-338) berpotensi dalam menekan gen-gen yang bertugas membantu produksi energi di dalam sel, tetapi juga bisa memicu Alzheimer (seperti Cytb, Cox6a2, dan COXIV).
Potensi RNA-mikro untuk terapi masa depan
Penelitian RNA-mikro hingga kini masih terus dikembangkan guna menemukan penanda penuaan dan penyakit lansia yang akurat. Pun, untuk menemukan molekul pengendali gen yang bisa dikontrol dan digunakan dalam terapi antipenuaan di masa depan.
Meski masih dalam tahap pengembangan, penelitian RNA-mikro memberikan secercah harapan dalam menghadapi tantangan penuaan, terutama di tengah meningkatnya populasi lansia (termasuk di Indonesia).
Di masa depan, bukan tidak mungkin kita bisa menua dengan lebih sehat dan aktif, berkat molekul kecil yang mengendalikan gen kita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!