Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Timnas Putri Tampil mengecewakan

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 07:24 WIB | Oleh:
Timnas Putri Tampil mengecewakan Doc: ANTARA/Galih Pradipta
Ket. Pemain Timnas Putri Indonesia Reva Octaviani (kanan) berebut bola dengan pemain Pakistan Anmool Hira pada pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 Grup D di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/7).

JAKARTA - Peluang Tim nasional Sepak Bola Putri Indonesia untuk melangkah ke putaran final Piala Asia Putri 2026 kian tipis. Penampilan mereka mengecewakan, takluk 0-2 dari Pakistan dalam laga kedua Grup D babak kualifikasi di Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (3/7) malam.

Skuad Garuda Pertiwi tampil di bawah tekanan sejak menit awal. Pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika lini belakang Indonesia gagal mengantisipasi umpan silang, yang dimanfaatkan Pakistan menjadi gol pembuka. Petaka berlanjut di menit ke-18, saat striker Shahlyla Baloch Hirani mengeksekusi penalti untuk menggandakan keunggulan tim tamu.

Hasil ini membuat Indonesia tertahan di tiga poin dari dua pertandingan, hasil dari kemenangan atas Kirgistan dan kekalahan dari Pakistan. Di laga terakhir, tim asuhan Satoru Mochizuki harus menghadapi Taiwan yang sebelumnya menang telak atas Pakistan delapan gol tanpa balas.

Salah satu keputusan paling mencolok dalam laga ini adalah rotasi besar yang dilakukan pelatih Mochizuki. Beberapa nama kunci, termasuk Isa Warps yang mencetak gol kemenangan atas Kirgistan, tak masuk starter. Langkah ini memicu tanda tanya besar dari publik.

Namun Mochizuki ngeles. Dia menolak menyalahkan rotasi sebagai penyebab kekalahan. “Rotasi bukan berarti menurunkan pemain yang lebih lemah. Kami memang banyak melakukan perubahan, tapi masalah utamanya banyak kesalahan teknis di lapangan,” ujar pelatih asal Jepang itu.

Dia menyoroti buruknya penguasaan bola dan miskomunikasi antarpemain yang membuat tim gagal mengontrol permainan. Mochizuki juga menyinggung belum solidnya kerja sama antarpemain, terutama dengan sejumlah nama diaspora yang baru bergabung.

Minimnya waktu adaptasi membuat chemistry belum terbentuk secara optimal. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

51 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.