Penjualan Tesla Anjlok Dua Kuartal Berturut-turut, BYD Ungguli di Pasar Kendaraan Listrik
Jumat, 04 Jul 2025, 16:35 WIBJAKARTA - Tesla mencatat penurunan pengiriman kendaraan kepada pelanggan sebesar 14 persen pada kuartal kedua tahun ini, menjadi yang terburuk dalam sejarah perusahaan. Penurunan ini menjadi yang kedua berturut-turut, setelah sebelumnya pada kuartal pertama tahun 2025, Tesla juga melaporkan penurunan penjualan tahunan sebesar 13 persen.
Tren ini terjadi di tengah booming kendaraan listrik global yang justru mendorong kompetitor utama Tesla, terutama BYD asal Tiongkok, mencatat lonjakan penjualan. Tesla yang sempat mendominasi pasar kendaraan listrik kini kehilangan keunggulannya secara signifikan, dengan BYD berhasil menggeser posisinya dalam hal volume penjualan.
Menurut Direktur Asosiasi Checkpoint Research, Liz Lee, penurunan penjualan Tesla disebabkan oleh kombinasi dari persaingan yang semakin ketat dan kekhawatiran konsumen terhadap reputasi merek. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan Elon Musk dalam pemerintahan Donald Trump dari Januari hingga Mei 2025 memicu aksi boikot dan protes di berbagai negara, terutama Amerika Serikat dan Eropa.
"Akibatnya, kami perkirakan penjualan kendaraan listrik global Tesla akan turun 10 persen secara tahunan pada 2025," kata Liz Lee.
Sementara itu, ia memperkirakan BYD justru akan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 45 persen pada tahun yang sama, menjadikan perusahaan Tiongkok itu sebagai pemimpin baru dalam industri kendaraan listrik global.
Meskipun hubungan antara Trump dan Musk memburuk dalam beberapa pekan terakhir, dukungan Musk terhadap politisi sayap kanan Eropa tetap menimbulkan citra negatif bagi Tesla di mata sebagian penggemar kendaraan ramah lingkungan. Dampaknya sangat terlihat di pasar Eropa, di mana penjualan Tesla merosot tajam antara Januari dan Maret 2025, dengan Inggris sebagai satu-satunya pasar yang sempat mencatatkan pertumbuhan.
Namun, pertumbuhan itu tidak bertahan lama. Pada April, penjualan Tesla di Inggris anjlok hingga 62 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Anomali yang semula tampak menjanjikan pun hilang dalam waktu singkat, memperkuat tren penurunan Tesla di benua Eropa.
Data dari Badan Energi Internasional (IEA) dan OurWorldinData menunjukkan bahwa kendaraan bermesin pembakaran telah mencapai puncaknya secara global. Pada 2024, kendaraan listrik mencakup 22 persen dari seluruh penjualan mobil baru di dunia melonjak tajam dari hanya 2,6 persen pada 2019.
Dalam periode lima tahun tersebut, penjualan mobil berbahan bakar fosil menurun hingga 20 persen, memperkuat pergeseran tren konsumen ke arah kendaraan listrik. Di tengah pertumbuhan ini, kegagalan Tesla dalam mempertahankan posisi dominan menandai momen krusial dalam dinamika industri otomotif global.
Berita Terkait:
-
Tesla Tarik 6.197 Unit Cybertruck karena Cacat Lampu Tambahan
-
Tesla Buka Lowongan Pengendara Robotaxi untuk Uji Teknologi di New York, Siap Meluncur?
-
Saham Tesla Anjlok Imbas Manuver Politik Elon Musk dan Ketegangan dengan Trump
-
AS Sita Kapal Tanker Berbendera Russia, Menyebutnya "Armada Bayangan" terkait Minyak Venezuela
-
Jalani Pola Hidup Sehat dengan Mengikuti Tantangan untuk Memperkecil Ukuran Baju
-
Penari Pacu Jalur Contohkan Gerakan Tarian di Kemendikbud
-
Tesla Gandeng Samsung Pasok Chip AI6, Nilai Kontraknya Fantastis $16,5 Miliar!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.