Saham Tesla Anjlok Imbas Manuver Politik Elon Musk dan Ketegangan dengan Trump

Senin, 07 Jul 2025, 15:25 WIB

JAKARTA - Saham Tesla mengalami penurunan lebih dari tiga persen pada hari Senin, dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap fokus Elon Musk setelah ia mengumumkan rencananya untuk membentuk partai politik baru di Amerika Serikat. Langkah ini dinilai sebagai eskalasi dalam ketegangan antara Musk dan Presiden Donald Trump.

Penurunan saham terjadi di pasar Frankfurt, mencerminkan kemungkinan tekanan lanjutan setelah pasar AS dibuka kembali pasca-libur Hari Kemerdekaan. Ketidakpastian atas arah kepemimpinan Musk dan prioritasnya menjadi sorotan utama para pelaku pasar.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Analis teknologi dari Wedbush, Dan Ives, menyatakan bahwa Musk adalah aset paling berharga bagi Tesla dan keterlibatannya dalam dunia politik bisa memberikan tekanan signifikan terhadap perusahaan.

“Tesla membutuhkan Musk sebagai CEO dan aset terbesarnya, dan tidak lagi menempuh jalur politik… sementara pada saat yang sama berada di sisi buruk Trump,” tulis Ives dalam catatannya pada hari Minggu.

Ia juga menambahkan, tak menutup kemungkinan dewan direksi Tesla akan terlibat secara langsung apabila aktivitas politik Musk dinilai mengganggu operasional atau nilai perusahaan. Keterlibatan Musk yang terlalu dalam dinilai berisiko bagi stabilitas Tesla di tengah persaingan industri otomotif listrik yang semakin ketat.

Sementara itu, Donald Trump menyampaikan respons keras terhadap pengumuman Musk, menyebut rencana pendirian “Partai Amerika” sebagai sesuatu yang “konyol.” Ia juga menyindir hubungan bisnis Musk, terutama kepentingannya dalam bidang antariksa melalui SpaceX, yang menurut Trump dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan pemerintahan jika sekutu Musk tetap memegang jabatan strategis.

Trump juga menyinggung penunjukan pejabat yang dekat dengan Musk di lembaga seperti NASA, menyiratkan adanya potensi konflik yang dapat berpengaruh pada kebijakan nasional. Perseteruan ini dipandang sebagai ancaman baru terhadap hubungan Musk dengan pemerintahan dan para pemangku kepentingan yang berpengaruh di Washington.

Langkah politik Musk dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk ekspansi pengaruh di luar sektor teknologi dan bisnis, namun juga menimbulkan kekhawatiran baru akan distraksi terhadap tugas utamanya sebagai pemimpin Tesla. Para analis pun kini menyoroti bagaimana dewan Tesla dan pemegang saham merespons dinamika baru ini yang berpotensi memengaruhi performa dan arah strategis perusahaan di masa depan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.