Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Ubur-Ubur di Danau Kakaban Tidak Menyengat? Ini Penjelasannya

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Danau Kakaban baru-baru ini kembali dibuka, usai sempat vakum sejak 23 Desember 2023. Objek wisata tersebut sempat ditutup akibat populasi ubur-ubur yang sempat hilang. Kemungkinan ubur-ubur Danau Kakaban sempat hilang akibat penggunaan zat kimia oleh wisatawan, seperti tabir surya atau body lotion saat mereka berenang yang membahayakan ekosistem danau.

Setelah ditutup selama hampir dua tahun untuk memulihkan ekosistem Danau Kakaban, objek wisata itu baru dibuka kembali pada awal tahun 2025. Upaya pemulihan ini masih berlangsung hingga sekarang. Salah satunya adalah dengan menutup salah satu pintu akses danau untuk menjaga keberlangsungan spesies ubur-ubur yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan.

Menurut anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Payung Zaenal Abidin, yang memandu perjalanan wisata ANTARA di Danau Kakaban, kawasan dermaga bagian tertentu masih ditutup sementara, demi memberi ruang tumbuh bagi ubur-ubur yang masih berukuran kecil.

Awalnya juga ada pembatasan untuk snorkeling itu maksimal 20 orang. Selebihnya itu, dari pengunjung yang datang, nanti bergantian.

Dia juga menjelaskan bahwa para pemandu wisata telah diarahkan untuk memberi edukasi kepada wisatawan agar tidak menggunakan tabir surya atau alat bantu sirip renang (fin) saat berenang, karena dikhawatirkan bisa melukai atau merusak ekosistem dan ubur-ubur yang sangat sensitif.

Zaenal menyebutkan bahwa beberapa spesies ubur-ubur masih berada dalam lingkup dermaga, namun sebagian besar yang terlihat adalah individu-individu muda. Untuk itu, pengelola setempat lebih berhati-hati dalam membuka akses agar populasi dapat kembali stabil dan tidak terganggu.

Karena baru dibuka kembali untuk kunjungan wisata, tiket masuk ke Danau Kakaban masih berupa donasi sukarela untuk jasa pemandu. Dalam waktu dekat, pengelola setempat akan menerbitkan tiket resmi untuk objek wisata Pulau Kakaban.

Sejak dibukanya kembali Danau Kakaban, ketertarikan wisatawan asing terhadap objek wisata unik ini tampak meningkat, terutama dari China. Mereka umumnya datang melalui paket wisata yang ditawarkan resort-resort di kawasan sekitar Pulau Kakaban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.