Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Ubur-Ubur di Danau Kakaban Tidak Menyengat? Ini Penjelasannya

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Ubur-Ubur di Danau Kakaban Tidak Menyengat? Ini Penjelasannya Doc: Antara Foto
Ket. Wisatawan sedang berinteraksi dengan ubur-ubur tidak menyengat yang hidup di Danau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pulau Kakaban merupakan salah satu objek wisata alam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang menawarkan pemandangan hutan indah serta danau tempat tinggal jenis ubur-ubur langka yang tidak mengeluarkan sengat, apabila disentuh.

ANTARA bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkesempatan untuk menyambangi pulau yang menjadi bagian dari Kepulauan Derawan itu. Perjalanan ke Pulau Kakaban dimulai dari Bandar Udara Kalimarau, Berau, dilanjutkan ke Dermaga Wisata Sanggam, dengan menempuh perjalanan sekitar 20 menit.

Dari Dermaga Wisata Sanggam, perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor menyusuri sungai, hingga berada di perairan laut Berau, dengan memakan waktu hingga 2,5 hingga 3 jam, tergantung kondisi cuaca. Menjelang tiba di Pulau Kakaban, dari jauh bisa terlihat pemandangan hutan tropis yang menyambut kedatangan Anda.

Dari dermaga, Anda harus melintasi tangga yang terbuat dari kayu ulin dan agak licin. Pandangan pertama setiba di Pulau Kakaban adalah sebuah papan nama besar bertuliskan "Kakaban Island" dan pantai indah berpasir putih dipadu pemandangan laut yang berwarna biru.

Kakaban yang menjadi nama pulau itu berasal dari bahasa setempat yang artinya memeluk, merujuk pada karakteristik pulau yang seolah-olah memeluk danau di tengahnya.

Sebelum memasuki kawasan Danau Kakaban, Anda perlu melapor di pos penjaga, dimana seorang pemandu akan menemani perjalanan menuju danau. Untuk menuju Danau Kakaban, Anda akan melalui hutan tropis, dengan berjalan di jembatan kayu ulin.

Suasana di sana masih asri dan tenang, hanya ada kicauan burung dan desir angin yang menemani perjalanan selama menyusuri hutan di Pulau Kakaban. Kondisi alam Pulau Kakaban masih terjaga dengan baik, disebabkan pulau yang memiliki luas 774,2 hektare itu merupakan pulau yang tidak dihuni oleh penduduk.

Jarak dari dermaga menuju Danau Kakaban sepanjang kurang lebih 500 meter dan menghabiskan waktu perjalanan selama 15 menit dengan berjalan kaki.

Danau Kakaban berisi air payau yang dihuni biota laut, di antaranya ubur-ubur totol (Mastigias papua), ubur-ubur bulan (Aurelia aurita), ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata), dan ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora).

Pada masa lampau, ubur-ubur tersebut diperkirakan terperangkap dan berevolusi untuk dapat berfotosintesis, di mana hampir tidak ada hewan lain mampu melakukannya. Ekosistem yang terisolasi dan absennya predator di Danau Kakaban kemungkinan membuat ubur-ubur tersebut kehilangan daya sengatnya.

Bukan hanya ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban, tapi juga berbagai jenis ikan serinding, puntang, teri karang dan julung-julung hidup di danau air payau tersebut.

Selain ubur-ubur tanpa sengat, keunikan dari Danau Kakaban adalah airnya yang payau, hasil campuran dari air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah. Kondisi tersebut membuat suatu habitat endemik yang berbeda dari kebanyakan danau lain di dunia.

Anda dapat berinteraksi langsung dengan ubur-ubur di Danau Kakaban dengan snorkeling. Saat snorkeling, pengunjung akan dikelilingi ubur-ubur yang melayang dengan gerakan lembut, seolah-olah mengajak menari bersama. Selain menikmati interaksi dengan ubur-ubur, wisatawan juga bisa menyaksikan panorama indah di sekitar Danau Kakaban.

Ribuan ubur-ubur melayang-layang di air, seolah menari dan menggoda pengunjung yang berada di tepi danau untuk ikut menceburkan diri. Dari pinggir danau, ubur-ubur ini terlihat jelas di permukaan air dan menimbulkan rasa penasaran untuk menyentuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

25 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.