Kebijakan Luar Negeri Aktif Indonesia dan Tantangannya di Mata Dunia

Kamis, 03 Jul 2025, 15:00 WIB

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo mengadopsi pendekatan kebijakan luar negeri yang jauh lebih aktif dan bahkan terkesan mendesak dibandingkan pendahulunya. Keterlibatan Indonesia dalam isu-isu global, mulai dari konflik di Ukraina dan Timur Tengah hingga keanggotaan di BRICS dan ketertarikan terhadap OECD, mencerminkan langkah negara dengan perekonomian senilai USD 1,4 triliun untuk memainkan peran global yang lebih menonjol.

Indonesia kini disadari sebagai aktor yang bisa membentuk atau dibentuk oleh dinamika geopolitik. Negara-negara dengan kekuatan militer terbatas, khususnya di Eropa, kerap tunduk pada kehendak kekuatan besar; bagi Presiden, ketundukan semacam itu tidak dapat diterima.

Ket. Foto: — Sumber: Pers Kepresidenan

Perubahan pun tampak dalam arah dan gaya kebijakan luar negeri Indonesia. Perspektif terhadap Laut Cina Selatan kini dilihat dari sudut ekonomi, sejalan tetapi tidak sepenuhnya tunduk pada poros Tiongkok-Rusia yang kini mulai menguat. Sikap ini juga sejalan dengan penolakan lama Presiden terhadap dominasi campur tangan negara-negara Barat dan menjadi alasan logis di balik keikutsertaan Indonesia dalam kelompok BRICS.

Sejumlah analis telah lama menginginkan agar Indonesia mengambil peran lebih aktif di panggung global, dan pemerintahan ini menjawab tuntutan tersebut dengan tegas. Pendekatan ini memang kerap membuat risih kalangan analis internasional yang cenderung liberal dalam pandangannya.

Namun semangat agresif ini belum sepenuhnya menular ke sektor korporasi domestik. Salah satu pengecualian adalah Danantara, badan investasi nasional yang baru, yang menargetkan replikasi model Temasek milik Singapura. Lembaga ini telah memulai langkah besar, seperti penandatanganan kemitraan senilai USD 4 miliar dengan Qatar.

Sebaliknya, banyak pemimpin bisnis di Indonesia masih memegang keyakinan bahwa dunia kurang memberi perhatian pada Indonesia. Pandangan ini terbukti keliru, karena pasar Indonesia terlalu besar dan kaya sumber daya untuk diabaikan oleh investor asing, aktivis, atau media global.

Kisah terbaru mengenai penambangan nikel di Raja Ampat menunjukkan dinamika itu. Meskipun menjadi isu strategis ekonomi bagi pemerintah, kasus ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana opini publik dan media internasional bisa memengaruhi kebijakan nasional.

Protes warga lokal adalah hal yang sah dan dijamin secara konstitusional. Namun, tindakan Greenpeace yang memanfaatkan kekuatan media sosial dengan kampanye viral membuat Presiden turun tangan langsung menanggapi situasi tersebut.

Media internasional besar kemudian turut menyoroti kasus ini. Mereka menyadari pentingnya kontribusi sektor sumber daya alam bagi keuangan negara, tetapi atensi terhadap isu lingkungan di Raja Ampat diprediksi tidak akan surut dalam waktu dekat.

Dalam perspektif komunikasi strategis, sorotan global perlu diimbangi dengan respons yang tepat. Hubungan politik atau jaringan pemangku kepentingan saja tidak cukup; para pengusaha harus sadar terhadap bagaimana dunia memandang praktik bisnis mereka.

Minimal, perusahaan perlu transparan dalam menjelaskan keputusan yang mereka ambil. Idealnya, mereka mengambil peran kepemimpinan dalam menjelaskan motivasi serta visi jangka panjang mereka.

Bagi pelaku usaha, lebih baik mencatat sejarah mereka sendiri sebelum sejarah itu dituliskan oleh pihak lain. Bila reputasi sudah terpuruk, butuh upaya besar untuk mengubah persepsi publik dan mengembalikannya ke posisi netral.

Apa pun upaya yang dilakukan ke depan akan selalu dinilai melalui kaca mata tantangan masa lalu. Maka, titik-titik lemah reputasi harus dikenali dan ditangani dengan strategi profesional.

Namun dari peringatan itu, muncul pula peluang. Industri nikel Indonesia sesungguhnya memiliki cerita positif yang layak disampaikan, seperti perannya dalam mendukung perkembangan kendaraan listrik yang ironisnya didukung pula oleh sebagian pihak pengkritiknya.

Industri pertanian dalam negeri juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan di tengah dunia yang makin terfragmentasi secara ekonomi. Sementara itu, ekosistem teknologi yang berkembang di Jakarta terus memenuhi kebutuhan konsumen secara real-time, memberikan narasi kuat bagi dunia komunikasi merek.

Impian Indonesia sejatinya adalah memperoleh status internasional yang mencerminkan ukuran, potensi, dan kapasitasnya. Maka sorotan dunia, termasuk kritik, sesungguhnya merupakan pengakuan atas keberhasilan. Respons terbaik terhadap sorotan itu adalah kesiapan untuk menghadapinya secara terbuka dan strategis.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.