- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harga Minyak Anjlok Tajam ...
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
Selasa, 10 Mar 2026, 08:26 WIBWASHINGTON DC -Â Harga minyak telah anjlok kembali dari level tertinggi empat tahun yang dicapai pada hari Senin (9/3) setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang Amerika Serikat-Israel di Iran dapat berakhir "segera"Â
Dari The Guardian, perkembangan ini merupakan 24 jam yang luar biasa di pasar global.
Kemarin pada waktu yang sama, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak melampaui 10s dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak invasi RuSsia ke Ukraina pada tahun 2022 â memicu aksi jual besar-besaran di seluruh indeks saham utama Asia dan Eropa. Wall Street juga memulai hari di bawah tekanan di New York.
Kemudian Trump, yang sangat memperhatikan pergerakan pasar, mulai berbicara. Perang terhadap Iran sebagai " sangat lengkap, hampir sepenuhnya ," klaim presiden AS dalam sebuah wawancara dengan CBS News.
Minyak mentah Brent, yang sempat melonjak hingga 119,50 dolar ASÂ per barel pada hari Senin, turun tajam dan ditutup pada 98,96 dolar AS . Di Wall Street, S&P 500 berhasil keluar dari zona merah dan mengakhiri hari dengan kenaikan.
Mengancam akan memblokirÂ
Garda Revolusi Iran mengatakan Teheran tidak akan mengizinkan "satu liter minyak pun" diekspor dari wilayah tersebut jika serangan AS-Israel terus berlanjut, sementara Donald Trump mengancam akan menyerang republik Islam itu jauh lebih keras jika menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz yang vital .
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah bahwa mereka akan "menentukan akhir perang", sebagai tanggapan setelah presiden AS sebelumnya mengatakan konflik tersebut akan segera berakhir.
Pernyataan Garda Revolusi dikutip mengatakan: âSituasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kita; pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang.â
Sebagai tanggapan terhadap pernyataan tersebut, Trump baru saja memposting di platform Truth Social miliknya:
Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini. Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan sehingga hampir mustahil bagi Iran untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara â Kematian, Api, dan Amukan akan menimpa mereka â Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak terjadi!
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Beras SPHP Dipastikan Tak Naik, Namun Pembelian Dibatasi
-
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%, Optimisme Meningkat atas Kesepakatan AS-Iran.
-
Pemerintah AS Khawatir Dampak Politik Jika Harga Bensin Melampaui US$3 Dollar per Galon
-
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam, Harga Minyak Kembali Melonjak 6%
-
Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen Capai Rp10.355 Triliun
-
Efek MSCI Bekukan "Rebalancing", IHSG Terkapar dan Saham BREN Anjlok 7 Persen
-
Rayakan HUT ke-248, Museum Nasional Gelar Pameran Lampu dan Pameran Numismatik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.