Cianjur Jaga Warisan Beras Pandanwangi, Bibit Unggul Ditanam di Lahan 5 Hektare

Rabu, 25 Feb 2026, 07:12 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai upaya guna melestarikan beras Pandanwangi dengan cara menjaga ketersediaan bibit unggul yang ditanam di lahan seluas 5 hektare (ha) milik pemerintah daerah di Kampung Budaya Pandanwangi, Desa Tegallega.

Kepala UPTD Balai Benih Induk Pertanian Pandanwangi Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Cianjur Ihwan Munajat di Cianjur, Selasa, mengatakan dari lahan 5 ha tersebut tidak seluruhnya menghasilkan benih unggul.

Ket. Foto: Kepala UPTD Balai Benih Induk Pertanian Pandanwangi Dinas Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Cianjur, Jawa Barat Ihwan Munajat. — Sumber: Antara Foto

Tercatat setiap musim panen atau per lima bulan sekali, dari lahan penyemaian seluas 5.000 sampai 1 ha dapat menghasilkan 1 ton bibit unggul yang dapat dijadikan benih kembali untuk ditanam, sehingga tidak seluruh lahan ditanam untuk bibit.

"Sebelum proses tanam benih melalui proses seleksi atau pendahuluan, masa vegetatif, fase berbunga, sampai fase masak, sehingga dapat menghasilkan bibit padi Pandanwangi unggulan dari lahan 1 hektar sekitar 1 ton yang siap dipasarkan," katanya.

Ia menegaskan sebagian besar dari lahan seluas 5 ha hasil panen gabah Pandawangi dijual untuk konsumsi dan 1 ton dipastikan untuk ditanam kembali menjadi benih yang akan dijual ke kalangan petani di berbagai wilayah di Cianjur.

Setiap tahun, menurut dia, pemerintah daerah dapat memasarkan benih sekitar 600-1 ton dengan harga mulai dari Rp25 ribu per kilogram dalam bentuk malai atau diikat dan Rp175 ribu per 5 kilogram dalam bentuk kemasan.

Hasil penjualan benih padi Pandanwangi menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk ke kas daerah Pemkab Cianjur, dimana setiap tahun pihaknya ditargetkan menghasilkan PAD sebesar Rp500 juta dari penjualan berbagai jenis bibit padi termasuk Pandanwangi.

"Setiap tahun target yang diberikan pemerintah untuk PAD dari benih Pandanwangi selalu mencapai target dan ketersediaan benih selalu terjaga dan mencukupi," katanya.

Benih padi dikelola dan jual belikan di UPTD Benih Induk Pertanian Pandanwangi Dinas TPHPKP Cianjur di Kampung Cilunjang Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, dan di tanam Kampung Budaya Pandanwangi, Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang.

"Selama ini, kami fokus menanam bibit sebagai upaya menjaga siklus ketersediaan benih sedangkan untuk berasnya di bidang yang lain, sehingga panen benih nantinya kembali ditanam untuk dijadikan benih, dan kami tidak menjual dalam bentuk beras,” katanya.

Dia menambahkan hasil panen padi Pandanwangi di Cianjur untuk bibit atau benih kembali umumnya berkisar sekitar 1 ton per hektar, dimana padi unggulan dengan aroma khas ini memiliki masa tanam sekitar 5 bulan atau 145-155 hari.

Sehingga padi varietas asli Cianjur itu, hanya bisa ditanam sekitar dua kali dalam setahun, dimana produksi ini didukung indikasi geografis hanya di beberapa kecamatan di Cianjur seperti Kecamatan Cianjur, Cilaku, Cibeber, Cugenang, Warungkondang, Gekbrong, dan Campaka.

  • Beras Pandanwangi

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.