Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jateng dan Singapura Jajaki Peluang Investasi Ekonomi Hijau

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 22:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jateng dan Singapura Jajaki Peluang Investasi Ekonomi Hijau Doc: ANTARA 
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat bertemu dengan Dubes Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, di Semarang, Selasa (1/7/2025).

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Singapura menjajaki peluang investasi untuk mengembangkan ekonomi hijau di wilayah tersebut, khususnya di beberapa kawasan industri yang ada.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, di Semarang, Selasa (01/7), menjelaskan bahwa Singapura merupakan salah satu negara dengan nilai investasi yang besar di Jateng.

Tercatat, pada triwulan I 2025, nilai investasi dari Singapura di Jateng sudah mencapai Rp2,081 triliun, dan jumlah itu masih mungkin bertambah sampai akhir tahun nanti.

Bahkan, investasi dari Singapura juga meningkat dari tahun ke tahun, yakni tahun 2021 sebesar Rp1,9 triliun, 2022 sebesar Rp4,1 triliun, 2023 sebesar Rp4,6 triliun, dan 2024 sebesar Rp8,6 triliun.

"Hal ini perlu kita tingkatkan. Beliau sudah menyampaikan terutama terkait green industry atau ekonomi hijau akan kita kerjakan, Jadi mulai solar panel, bio migas, bio thermal dan sebagainya," katanya, usai menerima kunjungan dari Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng.

Berkaitan dengan energi baru terbarukan yang menjadi salah satu penopang ekonomi hijau, ia menyebutkan bahwa potensi Jateng cukup besar, mulai dari gas alam, panas bumi, sampai panel surya.

"Investasi sangat diperlukan untuk merealisasikan hal itu," kata mantan Kapolda Jateng tersebut.

Selain itu, Luthfi juga memaparkan sejumlah potensi lain yang bisa dikerjasamakan untuk menarik investor, di antaranya terkait dengan pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga produksi kopi di Jawa Tengah bisa masuk ke pasar Singapura.

"Kami kemarin sudah melakukan kerja sama dengan tiga gubernur di Kepulauan Riau. Kami ingin wirausaha kita, baik hasil pertanian maupun peternakan seperti bawang merah, ayam, bahkan kopi bisa masuk ke Singapura. Kami coba tempelkan dengan provinsi atau pedagang yang sudah punya trademark di Singapura, salah satunya di Kepulauan Riau itu," katanya.

Saat ini, ia sedang menyiapkan tim untuk menindaklanjuti tawaran kerja sama dengan Pemerintah Singapura, dan pihaknya juga akan datang atau mengirim delegasi ke Singapura untuk mempromosikan peluang dan potensi investasi di Jateng.

"Kami berjanji akan datang ke Singapura dalam rangka eksplorasi investasi Singapura di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, Dubes Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng mengatakan bahwa hubungan antara Singapura dengan Provinsi Jateng sudah terjalin erat.

Singapura juga sudah tahu bahwa industri di Jateng tumbuh dengan sangat baik dengan aktivitas yang luar biasa, mulai dari Kawasan Industri Kendal (KIK), Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan lainnya.

Ia menyebutkan banyak potensi yang bisa dikerjasamakan dengan Jateng, khususnya terkait pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian dari hilirisasi industri masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.