Minim Prestasi, Taufik Hidayat Ultimatum Pelatih Pelatnas Bulu Tangkis
Selasa, 01 Jul 2025, 19:35 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Umum PP PBSI Taufik Hidayat memberikan ultimatum kepada jajaran pelatih pelatnas bulu tangkis agar tidak hanya fokus mengejar peringkat dunia, tetapi juga memperjuangkan prestasi nyata berupa gelar juara.
Taufik menegaskan, PBSI telah memberikan waktu yang cukup kepada para pelatih sejak awal tahun untuk membuktikan kinerja mereka, namun hingga pertengahan musim 2025, sejumlah sektor dinilai belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
âEvaluasi kemarin lebih ke pelatih, ke atletnya belum. Saya sudah ultimatum juga. Sudah enam bulan lebih, jangan hanya kejar ranking, masyarakat inginnya juara. Juara itu cuma satu, tidak ada juara dua,â kata Taufik kepada pewarta di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa.
Taufik menekankan pelatih memiliki tanggung jawab besar dalam membina dan mengembangkan performa atlet, baik secara teknis maupun mental. Oleh karena itu, hasil akhir menjadi tolok ukur utama.
âKami lihat dari Januari sampai sekarang, kalau tidak memenuhi target, kami buka lagi rekam jejaknya. Kalau tidak ada prestasi, buat apa dipertahankan,â ujarnya.
Ia menjelaskan PBSI menerapkan sistem evaluasi berjenjang kepada pelatih melalui surat peringatan bertingkat, mulai dari SP1 hingga SP3, sesuai dengan capaian target masing-masing sektor.
âPelatih juga jangan enak-enakan. Semua ada ukurannya, targetnya masing-masing, dan tidak bisa disamakan. Kita lihat siapa yang dilatih, apa janjinya, dan sudah sampai mana,â katanya.
Selain itu, Taufik menyebut pentingnya kemampuan pelatih dalam membangun hubungan yang baik dengan atlet. Menurutnya, pelatih harus bisa menyesuaikan diri, membangun chemistry, dan menjadi figur yang mendukung di dalam maupun di luar lapangan.
âPelatih harus bisa menyesuaikan. Tidak bisa satu pemain satu pelatih. Harus bisa jadi kakak, orang tua, bahkan psikolog. Kalau semua merasa tidak cocok, ya susah,â ujarnya.
Taufik memastikan keputusan evaluasi akan berdasarkan data objektif yang dikumpulkan oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres). Ia juga meminta agar proses promosi dan degradasi pelatih bisa kembali diterapkan secara berkala sesuai kebutuhan.
âSudah saya minta ke Binpres untuk sampaikan ke pelatih masing-masing. Jangan sampai pelatih merasa nyaman terus, sementara hasilnya minim. Kita ingin yang terbaik,â kata Taufik.
Sepanjang 2025, baru dua gelar juara yang berhasil diraih atlet pelatnas, yakni dari sektor ganda putri melalui pasangan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di turnamen Super 300 Thailand Masters, serta dari ganda campuran Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Super 300 Taiwan Open.
Sementara pada turnamen level atas seperti Super 500, Super 750, dan Super 1000, pebulu tangkis Indonesia masih belum mampu bersaing secara konsisten.
- pelatnas
- bulu tangkis
- taufik hidayat
- pp pbsi
- pelatih
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Bogor Gelar Aksi Bersih di Sungai Ciliwung
-
Banjir Lumpuhkan Arus Lalu Lintas di Pantura Semarang
-
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2025 Capai 5,12 Persen: Prestasi atau Ilusi Pemulihan?
-
Cegah Gejolak Harga, ID Food Genjot Penyaluran Beras SPHP ke Ritel Modern
-
Kena OTT KPK, Bupati Kolaka Timur Dibawa ke Jakarta Hari Ini
-
Kadin Ingatkan: SDM Hebat dan Teknologi Canggih Jadi Duo Sakti Transisi Energi Nasional!
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.