Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerhana Matahari Buatan Berhasil Diciptakan

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 07:36 WIB | Oleh:

Korona Matahari yang berapi-api mencapai suhu di atas satu juta derajat Celcius, jauh lebih panas daripada permukaan di bawahnya. Perbedaan suhu yang berlawanan dengan intuisi ini telah lama menjadi topik dalam komunitas ilmiah.

ASPIICS Proba-3 menangani misteri ini dengan mempelajari korona yang sangat dekat dengan permukaan Matahari. Alat ini juga dapat melihat lebih detail, mendeteksi fitur yang lebih redup daripada korona tradisional berkat pengurangan drastis dalam seberapa banyak cahaya ‘nyasar’ yang mencapai detektor.

“Melihat data pertama dari ASPIICS sangat mengasyikkan. Bersama dengan pengukuran yang dilakukan oleh instrumen lain di dalamnya, DARA, ASPIICS akan berkontribusi untuk mengungkap pertanyaan yang sudah lama ada tentang bintang asal kita,” ujar Joe Zender, ilmuwan proyek Proba

Radiometer Absolut Digital (DARA) akan mengukur total iradiasi matahari tepatnya seberapa banyak energi yang dikeluarkan Matahari pada satu waktu. Instrumen ilmiah ketiga pada Proba-3, Spektrometer Elektron Energik 3D (3DEES), akan mendeteksi elektron di sabuk radiasi Bumi, mengukur arah asal dan tingkat energinya.

Cara membuat gerhana matahari “Saya benar-benar gembira melihat gambarnya, terutama karena kami mendapatkannya pada percobaan pertama,” komentar Andrei Zhukov, Kepala Peneliti ASPIICS di Observatorium Kerajaan Belgia. “Sekarang kami berupaya memperpanjang waktu pengamatan hingga enam jam di setiap orbit.”

Gambar-gambar tersebut diproses oleh Pusat Operasi Sains (Science Operations Centre/SOC) ASPIICS yang diselenggarakan oleh Observatorium Kerajaan Belgia. Di sini, tim ilmuwan dan teknisi yang berdedikasi membuat perintah operasional untuk koronagraf berdasarkan permintaan dari komunitas ilmiah dan membagikan hasil pengamatan.

Andrei menjelaskan: “Setiap gambar penuh – yang mencakup area dari Matahari yang tertutup hingga ke tepi bidang pandang  sebenarnya dibuat dari tiga gambar. Perbedaan di antara keduanya hanyalah waktu pencahayaan, yang menentukan berapa lama bukaan koronagraf terpapar cahaya. Menggabungkan ketiga gambar tersebut memberi kita tampilan korona secara penuh. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.