Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Wacanakan Pembentukan Satu Komando Armada di LTS dan LTT

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Wacanakan Pembentukan Satu Komando Armada di LTS dan LTT Doc: AFP/JIJI Press
Ket. Seorang personel AL Filipina memantau kehadiran kapal perusak Takanami milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang sedang mengikuti latihan maritim bersama di LTS pada 14 Juni lalu. Pada Senin (30/6), Menhan Filipina mewacanakan pembentukan satu komando.

MANILA – Menteri Pertahanan Filipina pada Senin (30/6) mengatakan bahwa para pemimpin militer saat ini tengah berupaya untuk mewujudkan konsep satu komando armada wilayah di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan Laut Tiongkok Timur (LTT).

Menurut Menhan Gilberto Teodoro, wacana ini mengemuka saat Filipina menghadapi ancaman di perairan yang disengketakan yang serupa dengan yang dialami Jepang.

Pada April lalu, surat kabar Jepang Asahi melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani, mengajukan usulan kepada Menhan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, untuk mempertimbangkan LTS, LTT, Semenanjung Korea, dan daerah sekitarnya sebagai satu wilayah komando armada.

Menhan Teodoro mengatakan bahwa sangat wajar jika menetapkan LTS dan LTT sebagai satu wilayah operasi, dengan mengatakan bahwa keduanya merupakan wilayah maritim tanpa batas darat. Namun, ia mengatakan bahwa wilayah tersebut seharusnya tidak termasuk Semenanjung Korea.

"Hal itu akan melibatkan sinergi dalam operasi, sinergi dalam kesadaran domain, dalam pertukaran intelijen dan dalam saling memperkuat kekuatan kita untuk bekerja dua kali lipat secara real-time," kata Menhan Teodoro dalam sebuah taklimat ketika menyambut kunjungan mitranya dari Lithuania, Menhan Dovile Sakaliene.

Jepang dan Tiongkok telah berulang kali bertikai atas pulau tak berpenghuni yang dikelola Jepang di LTT yang disebut Tokyo sebagai Senkaku dan disebut oleh Beijing sebagai Diaoyu. Sementara itu, Filipina dan Tiongkok telah sering bentrok di LTS di sekitar beting dan atol yang disengketakan yang berada di dalam zona ekonomi eksklusif Manila.

Saat ini Komando Operasi Gabungan Jepang telah mengoperasionalkan konsep komando armada wilayah tunggal, dan pengelompokan Squad, yang mencakup menteri pertahanan dari Australia, Jepang, Filipina, dan AS, rencananya akan mendirikan pusat koordinasi pada Desember mendatang untuk mewujudkannya, kata Teodoro.

"Jadi ini sudah menjadi konsep operasional. Tidak perlu ada persetujuan lain," kata Menhan Teodoro.

Jepang dan Filipina tahun lalu telah menandatangani perjanjian militer yang memungkinkan tentara mereka berada di wilayah masing-masing. Di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr, Filipina telah memperluas aliansinya di luar AS, sekutu tradisionalnya, dengan menandatangani perjanjian pertahanan dengan Jepang dan New Zealand, serta merundingkan perjanjian serupa dengan Kanada dan Prancis.

Dan pada Senin, Filipina dan Lithuania menandatangani nota kesepahaman untuk memperdalam kerja sama pertahanan di berbagai bidang seperti keamanan siber, keamanan maritim, dan produksi amunisi.

Hindari Konflik

Sementara ituPresiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa negaranya bermaksud untuk menghindari konflik di LTS sambil menggarisbawahi pentingnya pertahanan yang kuat untuk melindungi para nelayan dan klaim teritorialnya.

Pernyataan ini menyusul perintah Marcos baru-baru ini kepada Penjaga Pantai Filipina untuk menyingkirkan rintangan terapung yang dipasang oleh Penjaga Pantai Tiongkok di perairan yang disengketakan di dekat Scarborough Shoal.

"Pemerintah harus berdiri teguh dalam pembelaannya untuk melindungi kesejahteraan para nelayan dan hak-hak teritorial negara," ucap Presiden Marcos Jr di Manila

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.