Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab NTB Ingatkan Wisatawan untuk Patuhi Jarak Ideal dengan Hiu Paus

📅 Senin, 30 Jun 2025, 17:35 WIB | Oleh:
Pemkab NTB Ingatkan Wisatawan untuk Patuhi Jarak Ideal dengan Hiu Paus Doc: ANTARA/HO-Konservasi Indonesia
Ket. Seekor hiu paus berenang pada perairan Teluk Saleh yang berada di wilayah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dislutkan NTB) mengingatkan wisatawan untuk mematuhi jarak ideal dengan hiu paus rentang 5 sampai 10 meter agar ikan itu betah berada di kawasan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa.

"Kami atur jarak antara pengunjung dengan hiu paus sekitar 5 sampai 10 meter supaya kapal-kapal bagang tidak bersentuhan secara langsung dengan hiu paus," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dislutkan NTB Karim Marasabessy di Mataram, Senin.

Wisata hiu paus sangat bergantung terhadap nelayan bagang yang mencari ikan di Teluk Saleh. Hewan bernama latin Rhincodon typus itu selalu mengerumuni kapal bagang untuk memakan ikan-ikan kecil dan udang rebon yang tidak dibawa pulang oleh para nelayan.

Karim menuturkan Teluk Saleh sudah menjadi kawasan konservasi perairan berbasis jenis ikan hiu paus, sehingga pengelolaan wisata di sana harus memperhatikan kondisi daya dukung dan daya tampung.

Dinas Kelautan dan Perikanan NTB terus melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap wisata ramah lingkungan agar wisatawan tidak bersentuhan atau berinteraksi langsung dengan hiu paus di Teluk Saleh.

"Kami khawatirkan baling-baling kapal dapat melukai hiu paus. Kawasan Teluk Saleh adalah kawasan yang harus kita lindungi bersama karena itu adalah sumber pendapatan juga buat masyarakat sekitar dan bagi Nusa Tenggara Barat," pungkas Karim.

Berdasarkan riset yang dilakukan Yayasan Konservasi Indonesia pada 2017 sampai 2022, Teluk Saleh memiliki 108 individu hiu paus dan menjadikan kawasan itu sebagai habitat hiu paus terbesar kedua setelah Teluk Cenderawasih di Papua Barat.

Hiu paus yang merupakan ikan terbesar di dunia itu mampu bermigrasi sejauh lebih dari 15.000 kilometer dan menyelam hingga kedalaman 2.000 meter.

Selain menjadi habitat alami, Teluk Saleh yang memiliki luas 1.459 kilometer persegi itu juga menjadi area pengasuhan bagi hiu paus muda berukuran rata-rata enam meter yang didominasi jenis kelamin jantan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong pengelolaan habitat hiu paus secara berkelanjutan agar generasi mendatang punya akses terhadap sumber daya alam tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Luar Negeri
AS Akui Telah Kerahkan Senj...
Luar Negeri
PBB Serukan Tindakan Mendes...
Megapolitan
Korban Pungli Diganti Dua K...
Advertisement
BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.