IAEA: Iran Bisa Segera Perkaya Uranium Lagi

Senin, 30 Jun 2025, 02:30 WIB

WASHINGTON DC - Kepala pengawas nuklir PBB, Rafael Grossi, mengatakan bahwa Iran kemungkinan akan dapat mulai memproduksi uranium yang diperkaya dalam hitungan bulan, meskipun ada kerusakan pada beberapa fasilitas nuklir akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, lapor CBS News pada Sabtu (28/6).

Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap lokasi nuklir dan militer Iran pada tanggal 13 Juni, dengan alasan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Sedangkan AS kemudian mengebom tiga fasilitas utama yang digunakan untuk program atom Teheran.

Ket. Foto: Rafael Grossi — Sumber: AFP/JOE KLAMAR

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan tingkat kerusakan pada lokasi nuklir itu serius, tetapi rinciannya tidak diketahui. Sedangkan Presiden AS, Donald Trump, menegaskan program nuklir Iran akan mengalami kemunduran selama puluhan tahun ke depan.

Namun Grossi, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), mengatakan beberapa lokasi program nuklir Iran masih berdiri.

“Mereka bisa memproduksi uranium yang diperkaya dalam hitungan bulan atau kurang dari itu,” kata Grossi pada Jumat (27/6), menurut transkrip sesi wawancara yang dirilis pada tanggal 28 Juni.

Pertanyaan utama lainnya adalah apakah Iran berhasil merelokasi sebagian atau seluruh persediaan uranium yang diperkayanya sebanyak 408,6 kg sebelum serangan. Uranium yang dimaksud diperkaya hingga 60 persen, di atas tingkat untuk penggunaan sipil tetapi masih di bawah tingkat senjata. Bahan tersebut, jika dimurnikan lebih lanjut, secara teoritis akan cukup untuk menghasilkan lebih dari sembilan bom nuklir.

“Kami tidak tahu di mana materi ini berada. Jadi beberapa bisa saja hancur karena serangan, tetapi beberapa bisa saja dipindahkan. Jadi harus ada klarifikasi pada suatu saat nanti,” ungkap Grossi kepada CBS.

Tangguhkan Kerja Sama

Untuk saat ini, anggota parlemen Iran memilih untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA dan Teheran menolak permintaan Grossi untuk mengunjungi lokasi yang rusak, khususnya Fordow, fasilitas pengayaan uranium utama Iran.

“Kami perlu berada dalam posisi untuk memastikan, mengkonfirmasi apa yang ada di sana, di mana lokasinya, dan apa yang terjadi,” kata Grossi.

Dalam wawancara terpisah dengan program Sunday Morning Futures di Fox News, Presiden Trump mengatakan menurut dia cadangan uranium Iran belum dipindahkan. "Itu hal yang sangat sulit dilakukan, ditambah lagi kami tidak memberi banyak pemberitahuan," kata dia, menurut kutipan wawancara.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Sabtu menggarisbawahi dukungan Washington DC terhadap upaya verifikasi dan pemantauan penting IAEA di Iran, dan memuji Grossi dan agensinya atas dedikasi dan profesionalisme mereka.

Sesi wawancara lengkap dengan Grossi sendiri akan ditayangkan di Face The Nation With Margaret Brennan pada tanggal 29 Juni waktu AS. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.