Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets

Senin, 06 Apr 2026, 06:30 WIB

Koran Jakarta : Apa itu S-500 Russia? Sebuah sistem pertahanan udara sekaligus sistem peluru kendali (rudal) andalan negeri Beruang Merah. Beberapa pihak menyebut S-500 adalah "ayah yang tak punya rasa humor". Bukan sekadar sistem rudal, sistem ini adalah sistem pertahanan sekaligus penyerangan yang mampu mendeteksi jet siluman generasi terbaru, rudal balistik yang melesat bak kilat, hingga senjata hipersonik.

Kami kutip dari Sputnik, sistem peluru kendali S-500 ini dikembangkan oleh perusahaan Almaz-Antey, S-500 yang juga dikenal sebagai 55R6M "Triumfator-M" ini bukanlah versi peningkatan dari S-400. Ia adalah generasi baru sistem rudal permukaan-ke-udara yang dirancang untuk mencegat rudal balistik antarbenua serta menangkis pesawat peringatan dini dan pesawat pengganggu elektronik. Dengan jangkauan tembak 400-600 kilometer dan ketinggian operasional hingga 100 km di atas permukaan Bumi, sistem ini mampu melibas hingga 10 target supersonik sekaligus yang terbang pada kecepatan 5-7 km per detik.

Kepala Insinyur pengembangan S-500, Pavel Sozinov, menegaskan bahwa sistem ini memiliki jangkauan 400-600 km. Panglima Angkatan Kedirgantaraan Rusia, Sergei Surovikin, bahkan menyebut S-500 sebagai jaringan pertahanan ruang generasi pertama—sebuah sistem non-analog di dunia yang disiapkan untuk melumpuhkan rudal hipersonik hingga rudal balistik antarbenua.

Riset S-500 dimulai pada 2009 dan selesai 2012. Uji coba intersepsi pertama kali dilakukan pada 2019, sebagaimana diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia.

Rumor Kedatangan S-500 di Iran

Ket. Foto: Sistem Peluru Kendali S-500 — Sumber: Russian MoD

Dunia internasional dikejutkan dengan kabar pendaratan sistem pertahanan udara paling canggih buatan Rusia, S-500 "Prometey" atau dikenal juga dengan sebutan "Samoderzhets" (Otokrat), di Iran. Media Israel pada 4 April 2026 kompak menyebut langkah ini sebagai "kegilaan", seiring dengan menguatnya rumor bahwa sang monster teknologi telah resmi menghuni tanah Persia.

Kabar kehadirannya di Iran kini mengkhawatirkan beberapa pihak, khawatir eskalasi ini akan mengubah Timur Tengah menjadi arena peperangan ganas. Sebab, kehadiran S-500 telah mengubah peta kekuatan dunia. Setiap serangan udara kini bukan lagi soal "masuk dan keluar dengan selamat", melainkan "bagaimana cara supaya tidak terdeteksi oleh radar".

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.