Mendiktisaintek Siap Kerahkan Kampus Tangani Sampah di Kota Bandung

Rabu, 25 Feb 2026, 17:35 WIB

BANDUNG - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan siap membantu Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung mengatasi permasalahan sampah. Salah satunya dengan mewacanakan pelibatan mahasiswa membantu menangani sampah saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Hal itu diungkapkan Brian saat berkunjung ke Balai Kota Bandung, Rabu (25/2).

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Brian menilai, Bandung memiliki modal kuat yaitu jejaring perguruan tinggi besar dan jumlah mahasiswa yang melimpah. Oleh karenanya, kampus akan dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan infrastruktur, kajian model bisnis, edukasi masyarakat, hingga penerjunan mahasiswa melalui KKN tematik.

“Kampus memetakan kebutuhan komposting, maggotisasi, biodigester, RDF, sampai rantai pasoknya. Setelah itu kita usulkan ke pemerintah pusat. Jadi tidak membebani APBD,” tutur Brian.

Ia berpendapat, pendekatan ini jauh lebih efisien dibanding pembangunan fasilitas waste to energy berskala besar yang bisa menelan biaya Rp2–3 triliun per unit.

“Kalau model ini berhasil di Bandung, tahun depan bisa diterapkan di seluruh kota di Indonesia,” kata dia.

Brian mengungkapkan, program rencananya ini akan melibatkan kampus, pemerintah pusat, Pemkot Bandung, hingga unsur TNI-Polri untuk pengawasan, terutama di sektor horeka (hotel, restoran, kafe) dan pasar.

Langkah penegakan hukum (gakum) juga disiapkan, disertai insentif bagi pelaku usaha yang patuh.

“Kita jadikan Bandung panggung percontohan nasional. Tahun ini kita keroyok bersama,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah pusat menetapkan lima daerah sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis kolaborasi kampus dan pemerintah daerah yakni Bandung, Bogor, Tangerang, Purwokerto, dan Yogyakarta.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memaparkan saat ini timbunan sampah mencapai 1.507,85 ton per hari. Sekitar 60 persen berasal dari rumah tangga, dengan dominasi sisa makanan dan daun.

Namun, berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang benar-benar terkelola dipilah, diolah, dimanfaatkan baru sekitar 21,63 persen. Sisanya masih mengalir ke TPA atau tercecer di lingkungan.

“Mindset yang harus kita ubah adalah ‘saya sudah bayar, sampah harus hilang’. Itu keliru. Sampah bukan soal hilang, tapi harus dikelola,” ucap Wali Kota Farhan.

Ia juga menyoroti praktik pembuangan sampah liar di wilayah perbatasan dan kawasan tertentu, termasuk keterlibatan oknum dalam rantai pengangkutan tidak resmi.

Sebagai jawaban atas persoalan hulu, Pemkot Bandung meluncurkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah).

Pemkot Bandung telah merekrut sebanyak 1.597 petugas Gaslah atau satu orang per RW untuk mengetuk pintu rumah warga, mengedukasi pemilahan, sekaligus mengangkut sampah organik. Setiap petugas ditargetkan mengumpulkan minimal 25 kilogram sampah organik per hari.

Program ini ditopang anggaran sekitar Rp24 miliar per tahun dan dipantau melalui dashboard digital real-time yang juga menjadi indikator kinerja camat dan lurah.

“Tanpa rekayasa sosial dan enforcement, tidak akan selesai. Hulu harus beres dulu,” ujar Wali Kota Farhan.

Pemkot Bandung juga mengintegrasikan Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Sehat Atasi Stunting dalam satu ekosistem sirkular.

Sampah organik diolah jadi kompos/maggot dimanfaatkan urban farming hasil panen untuk dapur warga sisa dapur kembali dikelola.

“Inilah sirkular Bandung Utama. Kita bangun budaya, bukan hanya teknologi,” kata dia.

Kunci keberhasilan, menurut Wali KotaFarhan, adalah menurunkan produksi sampah per orang. Saat ini, warga Bandung menghasilkan rata-rata 0,58 kg sampah per hari. Targetnya ditekan di bawah 0,4 kg.

“Kalau kesadaran tidak dibangun, teknologi apa pun nanti ambyar,” kata dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.