IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah, Efek Domino Asia

Kamis, 06 Agu 2026, 19:25 WIB

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia menunjukkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi penggerak utama arah pasar.

Sikap investor yang cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian global memicu aksi jual di berbagai pasar regional, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, meski faktor fundamental domestik tetap berperan sebagai penopang ketika tekanan eksternal mulai mereda.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8) sore, ditutup melemah 7,43 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.343,71 seiring dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,13 poin atau 0,49 persen ke posisi 630,86.

"Bursa regional Asia bergerak melemah seiring sikap pelaku pasar yang terus memantau perkembangan di Timur Tengah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, Iran mengumumkan kesepakatan dengan Oman tentang rute pengiriman melalui Selat Hormuz, sehingga meningkatkan harapan bahwa lebih banyak ekspor energi dapat mengalir melalui selat strategis tersebut.

Pejabat Iran mengatakan bahwa pernyataan bersama tengah diselesaikan, dan rute tersebut diperkirakan tetap beroperasi selama dua hingga empat bulan. Namun, mereka menekankan bahwa pengaturan tersebut tidak membuka kembali Selat secara penuh.

“Di sisi lain, pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan ketidakpastian upaya membuka kembali Selat Hormuz, potensi gangguan setelah serangan di laut Merah, yang mana kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah menghantam kapal tanker minyak Arab Saudi di perairan utara Laut Merah,” ujar Nico.

Selanjutnya, pelaku pasar mencermati sikap pejabat The Fed dan rilis data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melambat.

“Pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini, sekarang hanya memperkirakan satu kenaikan hingga akhir tahun, turun dari dua kenaikan pada minggu lalu,” ujar Nico.

Sementara itu, data ekonomi AS mencatat hanya ada penambahan 44.000 pekerjaan sektor swasta pada Juli 2026, atau pertumbuhan terlemah sejak Januari 2026 dan jauh di bawah perkiraan 70.000.

Secara terpisah, Gubernur Fed Lisa Cook menegaskan kembali siap untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mereda, dan Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II 2026 yang di atas ekspektasi belum mampu mendorong penguatan IHSG.

Pelaku pasar masih bersikap selektif, yang mana indeks belum sepenuhnya ditopang oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing, namun lebih banyak ditopang saham-saham spekulatif.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,57 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,91 persen dan 0,71 persen.

Sedangkan tujuh sektor turun yaitu sektor barang kesehatan turun paling dalam sebesar 0,55 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,54 persen dan 0,46 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TMPO, PDES, FAST, IATA, dan JGLE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TALF, BACH, ROCK, ISAP dan GPSO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.661.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,47 miliar lembar saham senilai Rp18,15 triliun. Sebanyak 278 saham naik, 354 saham menurun dan 331 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 0,89 persen ke 65.712,00, indeks Shanghai menguat 0,57 persen ke 3.900,35, indeks Hang Seng melemah 1,49 persen ke 25.530,28, indeks Kospi melemah 4,58 persen ke 6.296,38, dan indeks Kua Lumpur melemah 0,63 persen ke 1.737,15.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.