Langsung dari Lanzhou, Ramen Autentik Tiongkok Ramaikan Kuliner Bekasi
📅 Jumat, 27 Jun 2025, 08:29 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Xinhua
BEKASI - Di tengah dunia kuliner yang dinamis di wilayah Bekasi, sebuah restoran autentik China menjembatani budaya melalui semangkuk mi buatan tangan.
Didirikan oleh Masa, seorang koki dan pengusaha berkebangsaan China, Maji Lanzhou Beef Noodles atau La Mee Pak Ma bukan sekadar tempat bersantap, melainkan kisah tentang tradisi, ketekunan, dan pertukaran budaya.
Masa atau yang lebih akrab dipanggil Pak Ma pertama kali datang ke Indonesia melalui perkenalan seorang teman. Terpesona oleh keindahan dan keragaman negara ini, dia melihat peluang tidak hanya untuk berbagi cita rasa yang kaya dari kampung halamannya, tetapi juga untuk menciptakan jembatan budaya antara China dan Indonesia.
"Saya ingin membawa makanan dari kampung halaman saya ke sini, berbagi makanan lezat ini dengan semua orang, dan menggunakan makanan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi tentang Indonesia, China, dan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra," ungkap Masa kepada Xinhua pada Selasa (24/6). "Saya juga ingin membantu mempererat persahabatan antara rakyat China dan Indonesia," imbuhnya.
Masa belajar memasak di bawah bimbingan sang ayah, menyerap teknik dan resep tradisional yang diwariskan turun-temurun. Selama bertahun-tahun, dia menyempurnakan keterampilan tersebut, didorong oleh kecintaan akan memasak dan keinginan untuk berbagi kebudayaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nama restoran ini, Maji Lanzhou Beef Noodles, menunjukkan akar sejarahnya di Lanzhou, kota yang dikenal sebagai tempat kelahiran hidangan mi tarik tangan yang tersohor di dunia.
Ramen Lanzhou terkenal dengan kaldu yang bening, mi yang kenyal, irisan daging sapi (qinzhen) yang ditaburi herba segar, dan tak ketinggalan irisan lobak. Versi buatan Masa tetap setia pada aslinya, sambil disesuaikan dengan selera lokal Indonesia.
Kini, Maji Lanzhou Beef Noodles bukan hanya sebuah restoran, melainkan juga simbol kolaborasi lintas budaya. Visi Masa telah menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda untuk menikmati sajian makanan yang lezat. Melalui setiap mangkuk yang disajikan, restoran ini menawarkan cita rasa warisan kuliner Lanzhou dan sekilas pertukaran budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari kendala hingga sukses kuliner
Membuka restoran di negara baru tidaklah mudah. Masa dengan jujur mengakui bahwa proses awalnya sangat sulit. "Pada awalnya, ada banyak tantangan saat membuka restoran di sini," kenang Masa. "Termasuk kendala bahasa, memilih lokasi restoran, dan memahami adat istiadat setempat."
Meski menghadapi sederet hambatan, tekad Masa tidak pernah goyah. Dengan dukungan tim dan teman-temannya, dia membuka empat cabang Maji Lanzhou Beef Noodles secara bersamaan, yaitu di Orchid Garden, Gajah Mada, Pantai Indah Kapuk, dan sebuah lokasi lainnya.
"Saya sangat bersyukur atas bantuan yang saya terima," ujarnya. "Awalnya memang sulit. Saya menghadapi banyak kendala, tetapi saya berhasil mengatasinya satu per satu. Saya percaya waktu akan menyelesaikan semua kendala."
Salah satu filosofi utama Masa adalah lokalisasi. Semua bahan baku dipasok dari Indonesia, keputusan yang diambil tidak hanya demi memastikan kesegaran tetapi juga untuk mendukung bisnis lokal.
"Lokalisasi adalah kunci untuk pengembangan jangka panjang," jelasnya. Perpaduan antara keaslian dan adaptasi ini juga tercermin dalam menu, yang menampilkan hidangan tradisional dan fusion inovatif yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!