Trenggalek Perluas Kawasan Konservasi Laut di Pantai Mutiara untuk Destinasi Selam Berkelas
Rabu, 25 Jun 2025, 13:47 WIBJAWA TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur berkomitmen untuk memperluas kawasan konservasi ekosistem laut di Pantai Mutiara Teluk Prigi untuk rintisan destinasi wisata selam berkelas di pesisir selatan Jatim.
Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menggelar Mutiara Underwater Festival and Conservation (MUF-ON) di kawasan Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, kemarin.
Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah menuju Trenggalek Net Zero Carbon 2045, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025â2045.
Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan, kegiatan utama festival yakni penanaman terumbu karang dengan metode bioreeftek, yakni struktur terumbu buatan dari batok kelapa yang ditenggelamkan sebagai habitat ikan dan pemulih ekosistem dasar laut.
âTahun ini kita tanam 200 unit bioreeftek. Harapannya bisa menjadi rumah ikan dan mendukung pemulihan terumbu karang yang rusak,â kata Edy.
Ia menambahkan, evaluasi tahunan menunjukkan dampak signifikan terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Populasi ikan mulai kembali dan biota laut menunjukkan peningkatan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyebut total struktur karang buatan yang ditanam sejak 2023 mencapai lebih dari 1.000 unit.
Metode yang digunakan beragam, mulai dari meja karang, spider reef, hingga bioreeftek.
âEkosistem bawah laut menunjukkan perkembangan positif. Ikan-ikan yang sebelumnya menghilang mulai kembali. Luas taman bawah laut saat ini tiga hektare dan akan terus diperluas,â ujarnya.
Menurut Cusi, potensi wisata selam di kawasan Pantai Mutiara sangat besar. Pemkab menargetkan pembentukan Mutiara Diving Center sebagai destinasi wisata bahari unggulan di pesisir selatan Jawa Timur.
âLokasinya sudah sangat layak untuk wisata diving. Ini bisa menjadi daya tarik baru sekaligus pelestarian ekosistem,â katanya.
Kegiatan MUF-ON tahun ini juga dirangkaikan dengan program edukasi lingkungan TUNAS BIRU, yang melibatkan 30 pelajar dari enam SMA/SMK di Trenggalek.
Peserta dibekali materi konservasi laut, penanganan mamalia laut terdampar, hingga aksi nyata seperti penanaman pohon cemara laut dan transplantasi terumbu karang.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Blue SEED Indonesia, Dinas Perikanan Trenggalek, dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Festival ini menjadi wajah konkret dari pembangunan ekonomi hijau dan biru yang kini menjadi fokus pembangunan Trenggalek. Selain menyelamatkan lingkungan, program ini juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata bahari, perikanan berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir secara menyeluruh.
- Kabupaten Trenggalek
- Destinasi Wisata Selam
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Razia Uji Emisi, Pemkot Tangerang Pastikan Gas Buang kendaraan Dalam Ambang batas
-
Liga Inggris: Liverpool Tersungkur di Molineux, Gol Telat Andre Hancurkan Asa The Reds
-
Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama di Sarinah, Tahun Baru 2026 Jadi Momen Refleksi Nasional
-
Puncaki Box Office, Film "A Minecraft Movie" Raup Rp1,3 Triliun di Pekan Kedua
-
Gelaran Adat Labuh Semboyo di Trenggalek Sangat Meriah
-
Wamen PKP Ungkap Pentingnya Keberlanjutan dalam Pengembangan Perumahan
-
Rupiah Masih Tertekan, Jumat 22 Agustus 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.