Rupiah Masih Tertekan, Jumat 22 Agustus 2025

Jumat, 22 Agu 2025, 08:35 WIB

JAKARTA - Rupiah diperkirakan masih tertekan akhir pekan ini, seiring potensi berlajutnya penguatan dollar AS. Investor masih menantikan petunjuk baru dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed terkait prospek kebijakan suku bunga acuan.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole kemungkinan besar masih akan mempertahan­kan nada hawkish sehingga mendukung penguatan dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (22/8), bergerak cenderung melemah di kisaran 16.200– 16.350 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan, Kamis (21/8) sore, melemah sebesar 17 poin atau 0,10 persen daei sehari sebelumnya menjadi 16.288 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva me­ngatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi sikap hati-hati pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah mendapat tekanan dari penguatan dollar AS (Amerika Serikat) seiring sikap hati-hati pasar menjelang rilis risalah rapat FOMC,” katanya di Jakarta.

Pasar disebut menunggu sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang ber­potensi menyampaikan pernyataan bernada hawkish. Hal ini akan mempertahankan penguatan dollar AS, sedangkan indikasi pelonggaran suku bunga dapat membuka ruang apresiasi bagi rupiah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.