Panas Ekstrem dan Badai Ganggu Piala Dunia Antarklub
📅 Rabu, 25 Jun 2025, 11:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPenundaan serupa juga terjadi dalam laga Benfica melawan Auckland, dengan waktu tunggu mendekati dua jam.
Ben Schott, pejabat dari National Weather Service yang menjadi penasihat FIFA dan panitia Piala Dunia 2026, menyebut cuaca yang terjadi saat ini sebenarnya bukan hal luar biasa meski beberapa rekor suhu berhasil terpecahkan.
“Sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat memang memecahkan rekor suhu, dan hal ini hampir selalu terjadi setiap musim panas,” kata Schott kepada AFP. “Kemungkinan kondisi serupa terjadi tahun depan adalah hal yang sangat mungkin, dan semua pihak harus bersiap jika ingin menikmati pertandingan.”
Meski panas juga menjadi isu saat Amerika Serikat terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1994, saat itu belum ada pertandingan yang harus dihentikan karena peringatan badai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut, menurut Schott, berkat kemajuan teknologi prakiraan cuaca. “Kini kami bisa memprediksi cuaca hingga seminggu sebelumnya dengan tingkat akurasi yang jauh lebih baik dibandingkan 15–20 tahun lalu,” ujarnya. “Kemajuan meteorologi sejak 1994 sangat signifikan.”
Schott juga menambahkan bahwa badai petir merupakan bagian lazim dari cuaca di sejumlah wilayah Amerika Utara.
“Kondisi ini cukup umum untuk cuaca musim panas di Amerika,” katanya. “Kelembapan tinggi dari Teluk Meksiko sering memicu badai di sore hari. Jadi, menjelang Piala Dunia 2026, apa yang kita saksikan sekarang sangat mungkin terulang kembali.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!