Panas Ekstrem dan Badai Ganggu Piala Dunia Antarklub
📅 Rabu, 25 Jun 2025, 11:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT - Cuaca panas seperti dalam tungku dan ancaman badai petir telah mengganggu jalannya Piala Dunia Antarklub dan kondisi serupa diperkirakan akan terulang di Piala Dunia 2026.
Gelombang panas ekstrem yang menyelimuti wilayah timur Amerika Serikat memaksa pelatih dan pemain untuk fokus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang menyengat.
Borussia Dortmund bahkan mengambil langkah tak biasa dengan meninggalkan para pemain cadangan di ruang ganti selama babak pertama saat menghadapi Mamelodi Sundowns di Cincinnati, alih-alih membiarkan mereka duduk di bangku cadangan di bawah terik matahari.
Sementara itu, pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menghentikan sesi latihan lebih awal di Philadelphia pada Senin lalu ketika suhu udara di kota tersebut mencapai 99 derajat Fahrenheit (sekitar 37,2 derajat Celsius).
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, meyakini cuaca bisa menjadi penentu utama hasil turnamen kali ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya rasa turnamen ini tidak akan dimenangkan oleh tim terbaik, tetapi oleh tim yang mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem ini. Mereka yang bisa bertahan dengan baik kemungkinan besar akan menjadi juara,” ujar Kovac.
Meski jeda pendinginan di tengah babak sudah menjadi standar, Dortmund dan tim-tim lainnya tetap melakukan berbagai langkah tambahan untuk mengatasi panas dan kelembapan.
“Para pemain kami sangat diperhatikan oleh dokter dan tim medis,” kata Kovac. “Kami menggunakan handuk sangat dingin, rendaman es, dan para pemain juga harus mendinginkan kaki mereka di air dingin atau es.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengalaman di Piala Dunia Antarklub ini dianggap menjadi gambaran awal kondisi yang mungkin dihadapi pada Piala Dunia tahun depan yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Biometeorology memperingatkan risiko besar yang ditimbulkan oleh panas ekstrem bagi pemain maupun penonton. Studi tersebut menyoroti perubahan iklim sebagai penyebab meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.
Studi tersebut juga menemukan bahwa 14 dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026 kerap mencatat suhu yang melampaui ambang batas aman wet bulb globe temperature (WBGT), yakni ukuran standar global untuk mengukur tekanan panas terhadap tubuh manusia.
Para peneliti menyarankan agar pertandingan tidak dijadwalkan pada waktu siang hari ketika kondisi cuaca biasanya mencapai puncaknya.
Selain panas dan kelembapan tinggi, turnamen ini juga diwarnai dengan penghentian pertandingan akibat ancaman petir.
Pada hari Rabu (25/6), pertandingan Boca Juniors melawan Auckland City menjadi laga kelima yang mengalami penundaan panjang karena regulasi keselamatan publik di AS yang mengharuskan pertandingan dihentikan bila petir terdeteksi dalam radius 10 mil (sekitar 16,1 km) dari stadion.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!