Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KP2MI Ambil Langkah Mitigasi untuk Pekerja Migran di Kawasan Konflik Timur Tengah

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
KP2MI Ambil Langkah Mitigasi untuk Pekerja Migran di Kawasan Konflik Timur Tengah Doc: Antara
Ket. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding saat meresmikan Desa Migran Emas di tiga desa di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (25/6).

Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah mempersiapkan upaya mitigasi untuk penyelamatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

"Sedang kita mitigasi dengan melakukan pendataan terus," kata Menteri Karding saat meresmikan Desa Migran Emas di tiga desa di Wonosobo, Rabu (25/6), sebagaimana keterangan Kementerian tersebut di Jakarta.

Karding menjelaskan kementeriannya terus memonitor sekitar 2.000 pekerja migran Indonesia yang berada di Qatar.

Kementerian tersebut juga sudah memberikan imbauan dan informasi untuk menghindari dampak konflik setelah pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar mendapatkan serangan balasan dari Iran.

Selain melakukan pendataan, kementerian tersebut juga memberikan informasi terkait langkah-langkah antisipasi yang bisa dilakukan para pekerja migran jika terjadi sesuatu.

Selain itu, Menteri Karding menyebut Kementerian P2MI juga telah berupaya meminta agar pekerja migran Indonesia di Qatar menjauhi daerah berpotensi konflik ke lokasi yang lebih aman demi menjaga keselamatan.

"Kita coba mendorong mereka untuk berpindah ke tempat yang aman. Saya sudah minta Dirjen Pelindungan (KemenP2MI) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri atau Kedutaan Besar RI yang ada di Qatar," katanya.

"Tadi pagi mereka sudah melaporkan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan," ujarnya lebih lanjut.

Menteri Karding memastikan bahwa Kementerian P2MI akan selalu hadir memberikan pelindungan terhadap seluruh pekerja migran Indonesia yang berada di daerah konflik.

"Kami akan memastikan bahwa seluruh pekerja migran Indonesia yang ada di daerah-daerah terdampak konflik seperti Qatar, itu akan kita lindungi, akan kita jaga dan kita hadir sebagai negara untuk melindungi mereka," tegasnya.

Serangan balasan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, terjadi pada Senin malam (23/6), menyusul serangan besar-besaran AS ke tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.