Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil CKG Temukan 38 Persen Warga Gorontalo Alami Obesitas Sentral

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 21:08 WIB | Oleh:
Hasil CKG Temukan 38 Persen Warga Gorontalo Alami Obesitas Sentral Doc: ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo
Ket. Data capaian per jenis layanan Cek Kesehatan Gratis.

GORONTALO - Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Gorontalo menemukan sebanyak 38 persen warga mengalami obesitas sentral.

"Ini menunjukkan angka yang mengkhawatirkan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim di Gorontalo, Rabu (25/6).

Menurutnya data hasil analisis CKG per 20 Juni 2025 mengungkapkan bahwa 35,83 persen warga Gorontalo usia di atas 18 tahun yang menjalani pemeriksaan lingkar perut terindikasi mengalami obesitas sentral.

"Data ini mendapat respon spontan dari Pak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, sehingga meminta agar temuan ini dapat diberi perhatian serius sebab menjadi tanda peringatan terhadap kondisi kesehatan masyarakat," katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi pada pelaksanaan program CKG yang berdampak sangat positif terhadap upaya menjaga kesehatan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Program ini sangat strategis dan penting, karena memberikan gambaran status dan kondisi kesehatan masyarakat.

Dari pengukuran lingkar perut, bisa mendapatkan gambaran masalah kesehatan di Gorontalo. Ini bukti bahwa program prioritas Presiden sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Sofian mengatakan bahwa program CKG merupakan Quick Win atau program dengan hasil terbaik cepat Presiden, yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan.

"Obesitas sentral yang ditunjukkan oleh tingginya lingkar perut, merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular (PTM)," kata Sofian.

Hasil analisis layanan CKG juga mengungkap fakta yang berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular. Seperti aktivitas fisik kurang ditemukan pada 96,35 persen dari peserta pemeriksaan.

Kurangnya aktivitas fisik ini sangat berkorelasi dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung dan diabetes.

Ditemukan pula 16,1 persen peserta tercatat sebagai perokok. Kebiasaan merokok dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskular, kanker paru dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Sementara pada hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan 14,39 persen peserta berada dalam kondisi prediabetes dan 4,84 persen mengalami gula darah tinggi (hiperglikemia).

Kondisi ini merupakan cikal bakal diabetes yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.