- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Kecam Pelayaran K...
Tiongkok Kecam Pelayaran Kapal Perang Inggris di Selat Taiwan sebagai Provokasi
Jumat, 20 Jun 2025, 15:20 WIBJAKARTA - Militer Tiongkok mengecam pelayaran kapal perang Inggris HMS Spey di Selat Taiwan sebagai tindakan provokatif yang dinilai mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan. Pelayaran yang dilakukan pada Rabu tersebut disebut sebagai "provokasi yang disengaja" oleh angkatan laut Tiongkok, meskipun pihak Inggris menyatakan bahwa patroli tersebut adalah bagian dari misi yang telah lama direncanakan dan sesuai hukum internasional.
Pelayaran ini merupakan yang pertama dilakukan oleh kapal perang Inggris dalam empat tahun terakhir dan dilakukan berbarengan dengan kedatangan kelompok penyerang kapal induk Inggris di kawasan Indo-Pasifik yang akan bertugas selama delapan bulan ke depan. Armada tersebut dipimpin oleh kapal induk HMS Prince of Wales dan membawa sekitar 4.000 personel militer Inggris, yang dijadwalkan untuk melakukan operasi gabungan dan kunjungan dengan sekitar 30 negara, termasuk AS, India, Singapura, dan Malaysia.
Tiongkok, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, menyebut pelayaran HMS Spey sebagai "upaya menggembar-gemborkan" kebebasan navigasi dan "distorsi prinsip hukum". Militer Tiongkok mengklaim telah memantau pergerakan HMS Spey sepanjang perjalanannya dan menegaskan bahwa mereka akan "dengan tegas melawan segala ancaman dan provokasi".
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menambahkan bahwa meskipun Beijing menghormati hak navigasi internasional, mereka menentang keras negara mana pun yang menggunakan dalih kebebasan navigasi untuk mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Tiongkok.
Sebaliknya, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyambut baik patroli tersebut dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk menjaga kebebasan navigasi di wilayah perairan strategis tersebut. Kapal perang AS sendiri secara rutin melintasi Selat Taiwan sebagai bagian dari latihan kebebasan navigasi, namun pelayaran oleh kapal perang Inggris terakhir kali dilakukan pada tahun 2021 oleh HMS Richmond, yang juga mendapat reaksi keras dari Tiongkok.
Peningkatan aktivitas militer ini berlangsung di tengah ketegangan yang semakin tinggi antara Tiongkok dan Taiwan sejak Presiden Lai Ching-te, yang dikenal berseberangan dengan Beijing, menjabat. Pemerintah Taiwan kini memperketat kebijakan terhadap pengaruh Tiongkok, sementara militer Tiongkok semakin intensif melakukan latihan di sekitar Selat Taiwan, termasuk simulasi serangan terhadap pelabuhan dan infrastruktur energi Taiwan pada April lalu.
Sementara itu, Jepang juga tengah meningkatkan kewaspadaan setelah dua kapal induk Tiongkok menggelar latihan militer serentak yang belum pernah terjadi sebelumnya di Pasifik, menambah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Timur.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Dinkes Kota Batu Imbau Masyarakat Prioritaskan Kesehatan Saat Mudik
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.