Pelindo Ajak Siswa Kelola Limbah Laut melalui Edukasi Ghost Net
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengajak para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 53 Kalibaru, Jakarta Utara, untuk lebih peduli terhadap isu limbah laut melalui program edukasi bertema Ghost Net.
Pelindo berupaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini serta memperkenalkan model pengelolaan limbah jaring bekas secara berkelanjutan.
Department Head Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, Febrianto Zenny, lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (20/6), mengatakan para siswa diperkenalkan berbagai isu terkait pencemaran laut oleh ghost net atau jaring ikan bekas pakai yang dibuang ke laut.
"Jaring ini sering mengganggu ekosistem laut karena sulit terurai dan dapat menjebak biota laut selama bertahun-tahun. Selain menyampaikan dampaknya, para fasilitator juga memperlihatkan bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi seperti meja, kursi, atau bahan dasar pondasi bangunan," ujar Febrianto.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 siswa kelas VII dan VIII. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga nelayan di wilayah pesisir Kalibaru. Dalam pelaksanaannya, Pelindo menggandeng dua organisasi mitra, yaitu Parongpong RAW Lab dan Divers Clean Action, yang berpengalaman mengolah limbah laut dan kampanye edukasi lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Febrianto, limbah jaring nelayan selama ini kurang mendapat perhatian dan relatif susah didaur ulang. Melalui kegiatan itu, para siswa ditunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat pesisir.
Program edukasi ghost net tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan yang dijalankan Pelindo sejak akhir 2024. Kalibaru dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki tingkat pencemaran laut yang cukup tinggi dan potensi komunitas yang aktif.
Di wilayah itu, Pelindo juga membina bank sampah di RW 06, melakukan pelatihan rumah tangga nelayan, dan memberikan edukasi lingkungan secara reguler kepada siswa sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Febrianto melanjutkan bahwa kegiatan itu menjadi bagian dari inovasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pelindo melalui kerja sama dengan startup lingkungan yang difokuskan pada pengelolaan wilayah pesisir.
Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata teknis, tetapi juga menyentuh aspek perubahan perilaku masyarakat dan menggabungkannya dengan sentuhan teknologi untuk pengolahan sampah.
Dalam sesi edukasi, siswa dilibatkan melalui metode interaktif seperti pre-test dan post-test, permainan tematik, serta diskusi pentingnya penggunaan teknologi untuk mendorong inovasi agar pengolahan sampah dapat dilakukan lebih efektif lagi.
Sementara itu, Planning & Managing Manager CSR Program Pelindo Bayu Widyafrasta menjelaskan hingga pertengahan Juni 2025, proyek pengumpulan ghost net di Kalibaru telah berhasil menghimpun sekitar 900 kilogram limbah jaring.
Limbah tersebut kemudian diolah oleh Parongpong RAW Lab menggunakan teknologi Prototiles dan hasilnya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran di sekolah-sekolah, termasuk SMPN 53 Kalibaru.
Pelindo menargetkan pengumpulan hingga dua ton ghost net hingga akhir program tahun ini. Selain itu, perusahaan juga mendorong replikasi model tersebut di sejumlah kawasan pesisir lain di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!