Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asteroid 'City Killer' yang akan Bertabrakan dengan Bulan dapat Merusak Satelit

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 13:23 WIB | Oleh:
Asteroid 'City Killer' yang akan Bertabrakan dengan Bulan dapat Merusak Satelit Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi artistik asteroid 2024 YR4 saat melewati Bumi dan menuju potensi dampak dengan Bulan

ONTARIO - Pengamatan terbaru terhadap asteroid “pembunuh kota” atau "City Killer" yang pernah diperkirakan akan bertabrakan dengan Bumi menunjukkan asteroid tersebut akan meleset dari planet tersebut namun akan menghantam Bulan dan menimbulkan “potensi bahaya” terhadap satelit .

Perkiraan terkini mengenai lintasan batu angkasa seukuran gedung tersebut menunjukkan bahwa batu tersebut memiliki peluang 4 persen untuk menghantam permukaan bulan pada bulan Desember 2032.

Para astronom, termasuk dari Universitas Western Ontario, memperkirakan dalam sebuah studi bahwa dampak tersebut dapat melepaskan energi yang setara dengan 6,5 megaton TNT dan menghasilkan kawah bulan dengan diameter hampir 1 kilometer.

Sebagai perbandingan, pengeboman atom Hiroshima oleh AS pada tahun 1945 menghasilkan energi ledakan yang setara dengan hampir 0,015 megaton TNT.

Menurut studi yang belum ditinjau sejawat, tumbukan batu angkasa tersebut, yang disebut 2024 YR4, dapat menghasilkan awan puing bulan dengan berat lebih dari 100.000.000 kg.

Sebanyak 10 persen dari puing-puing ini dapat menempel di Bumi dalam rentang waktu beberapa hari. Dan, tergantung pada lokasi tumbukan asteroid di Bulan , ejekta bulan dapat membuat satelit terpapar meteorit selama bertahun-tahun.

"Yang menjadi perhatian utama adalah partikel ejecta di atas ambang batas bahaya benturan (0,1 mm) untuk satelit yang dikirim langsung ke orbit Bumi rendah dalam skala waktu yang relatif pendek – beberapa hari hingga beberapa bulan – dan itu dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat antariksa," kata studi tersebut.

Risiko yang ditimbulkan pada satelit akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi tumbukan, ukuran kawah bulan, jumlah material yang terlempar akibat tabrakan, dan distribusi ukuran ejekta yang terlepas. Dari faktor-faktor ini, menurut penelitian, lokasi tumbukan adalah yang paling kritis.

“Karena bulan mengorbit Bumi dengan kecepatan sekitar 1 km per detik, agar material yang terlontar dapat mencapai Bumi dengan cepat, objek yang menabrak harus menghantam tepi belakang bulan,” katanya.

Dampaknya juga harus terjadi sedemikian rupa sehingga kecepatan material yang terlempar “sebagian besar membatalkan kecepatan orbit bulan”.

Penelitian ini mensimulasikan 10.000 klon asteroid yang mengambil lintasan berbeda dan dalam 410 di antaranya, batu luar angkasa tersebut menghantam Bulan.

Jika asteroid itu benar-benar menghantam Bulan, kemungkinan besar akan terjadi di belahan bumi selatan.

Analisis terhadap 410 skenario dampak potensial menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar hantaman YR4 tahun 2024 akan membawa 10 persen serpihan dampak ke luar angkasa dekat Bumi, sehingga menimbulkan risiko bagi astronaut dan wahana antariksa.

"Semua ini akan terjadi selama beberapa hari saat pengiriman ejekta maksimum dari dampak YR4 2024," kata para peneliti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gara-gara Sopir Main Ponsel...
Luar Negeri
12 Negara Bagian AS Menggug...
Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.