- Home
-
- Megapolitan
-
- KLHK Ingatkan Sejumlah Fak...
KLHK Ingatkan Sejumlah Faktor Pemicu Polusi Udara Jabodetabek
Kamis, 19 Jun 2025, 18:50 WIBJakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengingatkan bahwa pencemaran udara di wilayah Jabodetabek disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk berasal dari transportasi dan industri.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH Nixon Pakpahan mengatakan bahwa pencemaran udara disebabkan sejumlah faktor mulai dari cuaca dan arah angin serta sumber pencemar lain.
"Berbicara lingkungan, mari bereskan, prioritas, bereskan dulu sumbernya. Itu lebih penting daripada membahas siklus, cuaca, arah angin dan seterusnya. Bereskan dulu sumbernya," tuturnya di Jakarta, Kamis (19/6).
Dia mengatakan kajian sudah berhasil mengidentifikasi sejumlah sumber cemaran dimulai dari yang terbesar yaitu sektor transportasi menyumbang 32-41 persen polusi udara Jabodetabek saat musim hujan dan 42-57 persen ketika musim kemarau.
Di posisi kedua adalah emisi dari sektor industri terutama yang menggunakan batu bara, menyumbang 14 persen, emisi pembakaran sampah terbuka atau ilegal atau pembersihan lahan pertanian 11 persen di musim hujan dan 9 persen di musim kemarau, debu konstruksi bangunan 13 persen dan aerosol sekunder 6-16 persen saat musim hujan dan 1-7 persen pada musim kemarau.
Untuk menyelesaikan isu dari masing-masing sektor tersebut, dia mengatakan KLH/BPLH sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan PT Pertamina untuk realisasi penyediaan bahan bakar rendah sulfur.
Terus didorong pula penggunaan sistem pemantau emisi untuk mencapai 80 persen pada akhir tahun 2025, penggunaan gas di kawasan industri, pemantauan langsung di kawasan industri serta pendekatan melalui penegakan hukum.
Semua itu, katanya, berada di tingkat tapak sehingga koordinasi harus dilakukan bersama pemerintah daerah untuk menangani isu tersebut.
"Tidak saling menyalahkan, tapi artinya semua harus bekerja sama. Karena kita hidup di satu bumi yang sama, menghirup udara yang sama, kebutuhan yang sama," demikian Nixon.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah
-
Kanwil BPN, Kanwil Kemenag, dan Kejati Kepri Teken MoU
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Susu MBG Dijual di Minimarket, Kok Bisa? Ini Klarifikasi BGN
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.