Waspada! 7 Tanda Sakit Kepala Ini Jadi Alarm Bahaya Tekanan Darah Tinggi, Jangan Dianggap Sepele!
Rabu, 18 Jun 2025, 13:20 WIBJAKARTA - Sakit kepala sering dianggap sepele, akibat begadang, stres, atau dehidrasi. Tapi tahukah kamu? Nyeri kepala juga menjadi pertanda tekanan darah tinggi yang diam-diam membahayakan tubuh.
Hipertensi atau darah tinggi sering disebut silent killer karena gejalanya samar tapi dampaknya mematikan. Banyak orang tak sadar, rasa sakit di kepala menjadi peringatan dini dari tubuh kalau tekanan darah sedang melonjak tajam.Â
Data menunjukkan kasus hipertensi semakin banyak dialami usia muda, terutama kelompok usia 18â44 tahun. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.
Menurut Cleveland Clinic dan jurnal medis Neurology, berikut ini ciri khas sakit kepala yang dipicu tekanan darah tinggi.
1. Sakit Kepala Menyeluruh di Kedua Sisi
Hipertensi cenderung menyebabkan sakit kepala yang terasa di seluruh bagian kepala, bukan hanya satu sisi. Rasa sakit ini disebabkan tekanan tinggi dalam pembuluh darah otak yang menimbulkan ketegangan atau bahkan risiko kerusakan.Â
Dalam kasus parah, tekanan ekstrem memicu pembengkakan otak yang menimbulkan nyeri hebat, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
2. Sensasi Berdenyut atau Seperti Ditekan
Penderitanya kerap mengeluhkan kepala berdenyut hebat atau terasa seperti ditekan keras dari dalam. Gejala ini semakin parah saat tubuh dalam kondisi stres atau saat melakukan aktivitas berat, dua pemicu klasik lonjakan tekanan darah.
3. Kepala Berat dan Rasa Pusing
Selain nyeri, penderita hipertensi sering merasakan sensasi kepala berat dan pusing seperti berputar (vertigo ringan). Sakit kepala biasanya baru muncul ketika tekanan darah berada di level sangat tinggi atau masuk fase krisis hipertensi.
4. Nyeri di Belakang Mata
Tekanan darah tinggi juga memengaruhi area sekitar mata. Beberapa orang melaporkan nyeri berdenyut di belakang mata karena tekanan pada saraf optik dan jaringan sekitarnya.
5. Sensitif terhadap Cahaya dan Suara
Gejala ini mirip migrain, cahaya terang dan suara bising dapat memperparah nyeri. Kondisi ini terjadi karena otak yang terlalu tertekan merespons lebih sensitif terhadap rangsangan eksternal.
6. Tidak Membaik dengan Obat Sakit Kepala Biasa
Berbeda dari sakit kepala biasa, nyeri akibat hipertensi tidak akan reda hanya dengan aspirin atau parasetamol. Gejala baru mereda setelah tekanan darah diturunkan menggunakan obat khusus penurun hipertensi.
7. Disertai Gejala Serius Lainnya
Sakit kepala jenis ini sering datang bersama gejala mengkhawatirkan lainnya, mual, muntah, penglihatan kabur, sulit berbicara, bahkan perubahan perilaku dan kejang.Â
Jika muncul tanda-tanda ini, segera cari bantuan medis karena bisa jadi tubuh sedang berada dalam kondisi darurat.
Sakit kepala bukan sekadar rasa nyeri biasa. Dalam banyak kasus, itu menjadi alarm tubuh terhadap bahaya serius yang tersembunyi, seperti tekanan darah tinggi.Â
Jangan tunggu sampai terlambat. Bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan tekanan darah dan konsultasikan ke dokter.
- Hipertensi
- Tekanan Darah Tinggi
- Sakit Kepala
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Kapan Idul Fitri? Kemenag: Tunggu Hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026
-
Wakil Wali Kota: Pemkot Bandung Pastikan Sistem Keamanan Data Aman
-
Studi: Hipertensi pada Anak-anak Meningkat hampir Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun
-
Bupati Bogor: Perbaikan Jalan Lingkar Pasar Cileungsi Mulai Agustus
-
Kembangkan Sistem Perikanan Cerdas, Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi AI Ideathon
-
Bahaya Tersembunyi Bahan Pengawet di Makanan Kemasan, Picu Risiko Hipertensi hingga Serangan Jantung
-
Kenali Morning Surge, Momen Paling Berisiko Bagi Penderita Darah Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.