Kembangkan Sistem Perikanan Cerdas, Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi AI Ideathon
Jumat, 09 Jan 2026, 00:00 WIBSURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih juara 1 dalam mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk budidaya udang di Indonesia. Prestasi pada Lomba Karya Generatif AI PartyRock AWS - AI Ideathon ini menjadi bukti kontribusi ITS dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan budidaya alam, khususnya dalam bidang perikanan.
Mahasiswa program magister (S2) Biologi ITS Brilian Amanat Taqwa SPi menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan ajang pengembangan inovasi AI yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang bekerja sama dengan Amazon Web Service (AWC). Kompetisi berfokus kepada lima bidang, yaitu ekonomi, pendidikan, pertanian, lingkungan, dan perikanan. âPada kompetisi ini saya mengambil di bidang perikanan,â ucapnya.
Melalui kompetisi tersebut, Brilian membawakan inovasi AI yang bertajuk Aquaguard. Inovasi yang diusungnya ini memiliki fungsi untuk menjaga konsistensi produksi udang di Indonesia. âIde ini muncul dari produksi udang di Lampung yang menurun sejak tiga tahun terakhir,â ungkapnya.
Brilian menegaskan, penurunan udang ini terjadi akibat kurang tahunya pembudidaya dalam mengatasi permasalahan baik dari kualitas air tambak mereka atau kesehatan udang sendiri. Dalam hal ini, Aquaguard hadir sebagai solusi yang diberikan untuk membantu pembudidaya dalam mengatasi persoalan tambaknya. âAquaguard ini sendiri nantinya akan menjadi panduan bagi pembudidaya untuk lebih meningkatkan kualitas tambaknya,â tutur Brilian.
Lebih lanjut, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memaparkan, kecerdasan buatan yang dibawakan memiliki dua fitur yang berfungsi untuk mendeteksi kualitas air dan kesehatan udang yang dimiliki oleh pembudidaya. Cara kerja Aquaguard sendiri yaitu, pembudidaya lebih dulu memasukkan kondisi air dan kesehatan udang di kecerdasan buatan ini, setelah itu Aquaguard akan memberikan arahan dan solusi untuk pembudidaya.
Kompetisi yang berlangsung sejak bulan Oktober 2025 tersebut, membuat mahasiswa kelahiran Banyumas ini kewalahan. Pasalnya, ia tidak mahir dalam membuat program untuk AI. Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah halangan baginya untuk meraih peringkat pertama dalam ajang inovasi AI ini. âKerja keras dan semangat menjadi pendorong saya untuk meraih posisi pertama di kompetisi ini,â ucapnya dengan bangga.
Ke depannya, ia akan mengembangkan inovasi AI ini menjadi sebuah aplikasi yang dapat diakses oleh banyak orang. Tak hanya itu, ia pun menuturkan bahwa Aquaguard nantinya tidak hanya berfokus kepada budidaya udang tetapi juga budidaya perikanan lainnya. âSaya harap ide ini akan dilirik oleh pemerintah dan menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar,â ujarnya penuh harap.
Inovasi ini turut membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yakni Pendidikan Berkualitas sebagai upaya untuk mendorong pendidikan yang bermutu di tanah air. Selain itu, juga poin ke-9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur sebagai suatu inovasi di bidang teknologi. âSaya berharap kerja keras saya dapat menjadi motivasi untuk mahasiswa ITS lainnya,â tegasnya menyemangati.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dorong Reformasi Subsidi untuk Ketahanan Energi
-
ITS Sinergikan Energi Angin dan Surya untuk Tingkatkan Pertanian
-
Melanjutkan Pembangun 16 Jembatan Perintis Garuda Tahun 2026
-
Mahasiswa ITS Kembangkan Sistem Informasi Geografis Web untuk Identifikasi Wilayah Rawan Demam Berdarah
-
Petani Jangan Panik, Wamentan Jamin Stok Pupuk 14,5 Juta Ton Aman dari Gangguan Global
-
ITS Luluskan 1.770 Wisudawan Berdaya Saing Global dalam Wisuda ke-133
-
Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Kebakaran Listrik Hi-VITS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.