Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Investasikan 1,2 Miliar Dolar AS Gelar Formula 1

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Thailand Investasikan 1,2 Miliar Dolar AS Gelar Formula 1 Doc: Antara
Ket. Arsip foto - Pembalap Red Bull Max Verstappen melintasi garis finis saat balapan F1 seri terakhir Abu Dhabi Grand Prix 2023 di Yas Marina Circuit, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (26/11).

JAKARTA - Thailand dikabarkan akan menginvestasikan sebesar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp19,2 triliun untuk menggelar Formula 1.

Saat ini pemerintah Thailand tengah serius untuk membangun infrastruktur sirkuit di kota Bangkok dan diproyeksikan bisa rampung pada 2028 mendatang.

"Berita tersebut diumumkan selama konferensi pers di mana Menteri Pariwisata Thailand Sorawong Thienthong menyebutkan jumlah dana yang telah disetujui - yang berarti perlombaan di Thailand tampak lebih mungkin daripada sebelumnya," tulis Motorsport, Rabu.

Sebelumnya CEO Formula 1 Stefano Domenicali telah mengunjungi Bangkok pada awal tahun ini untuk mendiskusikan mengenai potensi GP Thailand.

Selepas diskusi tersebut, kabinet pemerintah Thailand telah menyepakati total anggaran sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk merealisasikan rencana menggelar Formula 1 pada Selasa lalu.

Thailand diproyeksikan akan masuk kalender Formula 1 pada 2028 mendatang dengan meneken kontrak selama lima tahun.

Pembalap Williams berkebangsaan Thailand Alex Albon memberikan apresiasi mengenai keseriusan pemerintah Thailand untuk bisa menggelar GP Thailand.

"Mereka menganggapnya sangat serius. Dan saya pikir sebagai sebuah projek, mereka memiliki projek yang sangat kuat. Jika Anda melihat proyek-proyeknya… Jika Anda melihat seberapa serius mereka," ungkap Albon.

“Saya telah melihat gambaran umum tentang apa yang coba mereka lakukan. Dan ya, itu terlihat bagus, saya rasa saya tidak bisa mengatakan [lebih banyak]. Jadi saya lebih suka diam tentang hal itu. Sekali lagi, saya tidak ingin mengucapkan terlalu banyak tetapi saya mengikuti banyak peristiwa menarik," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.