Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kyiv dan Moskwa Kembali Tukar Tawanan Perang

📅 Senin, 16 Jun 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kyiv dan Moskwa Kembali Tukar Tawanan Perang Doc: AFP/UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Ket. Sejumlah tawanan perang Ukraina larut dalam kegembiraan setelah mereka bisa pulang ke tanah airnya usai terjadi pertukaran tawanan perang dengan Russia pada Sabtu (14/6) lalu.

KYIV - Ukraina dan Russia telah melakukan pertukaran tawanan perang lainnya yang keempat dalam sepekan, berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Istanbul awal bulan ini, kata pihak yang bertikai pada Sabtu (14/6).

"Kami terus membebaskan warga kami dari tahanan Russia. Ini adalah pertukaran keempat dalam seminggu," tulis Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di media sosial."Sesuai dengan perjanjian Russia-Ukraina ... sekelompok prajurit Russia lainnya dikembalikan dari wilayah yang dikuasai rezim Kyiv," kata Kementerian Pertahanan Russia di Telegram.

Kyiv juga mengatakan telah menerima gelombang lain sebanyak 1.200 mayat tak dikenal dari Russia, yang menurut Russia diklaim milik warga negara Ukraina, termasuk personel militer, sebagai bagian dari perjanjian Istanbul juga.

Ukraina tidak mengatakan apakah mereka telah mengembalikan jenazah tersebut ke Russia. 

Foto-foto yang diterbitkan Zelenskyy di Telegram menunjukkan pria-pria dari berbagai usia, sebagian besar berkepala plontos, mengenakan kamuflase dan berbalut bendera Ukraina.

Ada yang terluka, ada pula yang turun dari bus dan memeluk orang-orang yang menyambut mereka, atau terlihat menelepon seseorang, terkadang menutupi wajah mereka atau tersenyum.

Kementerian Pertahanan Moskow merilis video yang memperlihatkan sejumlah pria berseragam memegang bendera Russia, bertepuk tangan dan meneriakkan "Russia, Russia", "Jayalah Russia" dan "Hore", dengan beberapa di antaranya mengangkat tangan ke udara.

Pertukaran itu terjadi saat Russia berulang kali menolak seruan gencatan senjata dan mengintensifkan ofensifnya di sepanjang garis depan, dan khususnya di wilayah Sumy di timur laut, tempat Russia berupaya membangun "zona penyangga" untuk melindungi wilayah Kursk, yang sebelumnya sebagian diduduki oleh Ukraina.

Zelenskyy mengklaim kemajuan Russia ke Sumy telah dihentikan, dan menambahkan bahwa pasukan Kyiv telah berhasil merebut kembali satu desa di wilayah tersebut, seraya menambahkan bahwa Russia telah mengerahkan  53.000 orang dalam operasi Sumy. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.