Indonesia akan Ekspor Beras ke Malaysia, Wamentan Pastikan Stok Domestik Aman
📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 12:00 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan, rencana Indonesia untuk melakukan ekspor beras ke Malaysia sebesar 2.000 ton per bulan tidak akan memengaruhi stok beras domestik.
"InsyaAllah aman," kata dia ditemui di Jakarta, Jumat (13/6).
Dikatakan dia, ekspor beras ke Malaysia berasal dari stok yang disimpan oleh Perum Bulog yang memiliki tingkat serapan hingga 20 ribu ton per hari.
"Setiap hari aja Bulog itu ngambil sekitar 12 ribu, 15 ribu, 20 ribuan ton satu hari beras," katanya.
Pihaknya sudah siap untuk melakukan ekspor ke Malaysia, dan sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan pengusaha Malaysia yang melakukan importasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita nunggu dari mereka sih, kita sifatnya kan stand by ya. Kita udah siap, waktu kita ketemu dengan mereka juga kita sampaikan. Pelaku usahanya yang mau melakukan impor juga udah ketemu saya juga. Saya sampaikan isunya, bolanya di mereka," katanya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia siap mengekspor beras ke negara anggota ASEAN lainnya, setelah membuka keran ekspor beras ke Malaysia.
“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kalau negara sahabat, negara tetangga apalagi, butuh beras, akan kami siapkan,” ucap Amran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun demikian, Amran menegaskan bahwa rencana mengekspor beras ke negara tetangga juga harus memastikan kebutuhan beras di dalam negeri sudah terpenuhi.Ia menuturkan, ekspor beras akan dilakukan oleh pemerintah hanya bila kebutuhan domestik sudah terpenuhi.
“Pasti, pasti prioritas di dalam negeri dulu,” ucapnya.
Saat ini, Amran mengungkapkan bahwa telah dijalin kerja sama ekspor beras ke Malaysia antarbisnis (business to business/B-to-B).
Indonesia nantinya akan mengekspor beras ke Malaysia sebesar 2 ribu ton per bulan atau 24 ribu ton per tahun. Soal kapan ekspor tersebut akan dimulai, Amran membebaskannya kepada pelaku bisnis yang terlibat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!