Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Server SPMB Jabar Sempat 'Down' Hambat Proses Verifikasi

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:42 WIB | Oleh:
Server SPMB Jabar Sempat 'Down' Hambat Proses Verifikasi Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Situasi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Bandung, Kamis (12/6).

BANDUNG - Server Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat sempat down selama dua hari yakni tanggal 10 dan 11 Juni 2025, sehingga menghambat masyarakat dan pihak sekolah dalam penerimaan siswa baru, seperti proses verifikasi.

Salah satunya, adalah yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung, di mana sempat terjadi verifikasi manual.

Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Bandung R Lies Retmana di Bandung, Kamis (12/6), mengatakan untuk tanggal 11 Juni 2025, server mulai down sampai jam 14.00 WIB, dan semakin siang terjadi penumpukan pendaftar karena untuk login tidak bisa dilakukan.

"Dampaknya itu ke verifikator ya. Jadi kan diinfokan bahwa verifikasi itu harus dilaksanakan setiap hari dari 25 ribu pendaftar. Tapi karena ada gangguan kami tidak bisa memverifikasi secara langsung gitu, jadi dampaknya numpuk di verifikasi seperti itu," kata Lies.

Kuota SMAN 1 Bandung tahun ini adalah 396 siswa dengan pembagian 35 persen jalur domisili, 30 persen jalur afirmasi, 5 persen jalur mutasi, dan jalur prestasi (akademik dan non akademik) 30 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, menyampaikan bahwa gangguan teknis yang sempat terjadi di hari kedua merupakan kendala bersifat lokal, bukan sistemik, dan telah ditangani secara cepat oleh tim teknis.

"Sistem dan server SPMB 2025 dalam kondisi stabil dan aman. Gangguan yang dialami sebagian kecil peserta telah tertangani, dan sejak hari kedua sore hari sistem kembali dapat diakses secara normal," ujar Adi, Kamis.

Pemprov Jabar juga mencatat tingginya partisipasi masyarakat dalam proses pendaftaran, di mana hingga hari ketiga pelaksanaan SPMB Kamis ini sampai pukul 12.00 WIB, sebanyak 217.859 calon peserta didik baru telah melakukan pendaftaran melalui laman spmb.jabarprov.go.id dan aplikasi Sapa Warga.

Selain itu, Proses pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga juga berjalan dengan baik. Sejak dibuka pada 10 Juni 2025, tercatat sebanyak 1.080 pendaftar menggunakan Sapawarga pada hari pertama, dan meningkat menjadi 1.603 pendaftar pada hari kedua.

"Ini menunjukkan sistem bekerja dengan baik dan masyarakat cukup responsif. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, karena waktu pendaftaran masih terbuka hingga 16 Juni 2025," ujarnya.

Adi menjelaskan di aplikasi Sapawarga, proses pendaftaran meliputi pembuatan akun (sign up), masuk ke akun (sign in), serta sinkronisasi dengan akun SPMB. Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke menu Daftar SPMB yang tersambung langsung ke laman resmi melalui tampilan web view.

"Dari hasil pemantauan kami, proses pendaftaran melalui Sapawarga berjalan normal tanpa kendala teknis yang berarti," kata Adi.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi pada hari kedua.

Dan Pemprov Jabar terus melakukan pemantauan pelaksanaan SPMB secara real-time, memastikan akses sistem tetap lancar, transparan, dan adil bagi seluruh calon peserta didik di seluruh Jawa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.