Langkah Berat Timnas di Putaran Keempat

Kamis, 12 Jun 2025, 07:07 WIB

JAKARTA - Langkah Tim nasional (Timnas) Indonesia menuju Piala Dunia 2026 kian mendekati babak penentuan. Setelah menembus putaran ketiga, Skuad Garuda kini bersiap menghadapi tantangan sesungguhnya di fase keempat Kualifikasi Zona Asia.

Namun, jalan yang terbentang di depan tidaklah mulus. Sebaliknya, penuh rintangan teknis, mental, hingga geopolitik yang harus dilalui Skuad Garuda untuk menjaga mimpi tampil di panggung dunia. Putaran keempat yang digelar 8-14 Oktober 2025 akan mempertemukan enam tim, yang terdiri dari peringkat ketiga dan keempat dari tiga grup putaran ketiga.

Ket. Foto: Gelandang Jepang Wataru Endo (kiri) berebut bola dengan gelandang Indonesia Beckham Putra Nugraha (tengah) dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup C Asia antara Jepang dan Indonesia di Osaka, Rabu (10/6). — Sumber: AFP/PAUL MILLER

Indonesia akan bersaing dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Oman dan Arab Saudi di putaran keempat. Undian akan dilakukan di Osaka, Jepang, pada tanggal 17 Juli 2025 mendatang.

Keenam tim akan berkompetisi menggunakan format mini grup terpusat. Mereka memperebutkan dua tiket terakhir ke putaran final. Sebanyak enam tim akan dibagi ke dalam dua grup. Tiap grup berisi tiga tim. Dengan sistem single round robin, setiap tim akan bertanding dua kali.

Dua juara grup akan langsung lolos ke Piala Dunia 2026. Tim peringkat dua akan maju ke Putaran Kelima. Sedangkan tim peringkat tiga tersingkir. “Ini grup yang sangat kompetitif. Secara kualitas, Indonesia masih perlu banyak berbenah. Namun, Indonesia telah menunjukkan determinasi luar biasa di putaran sebelumnya. Sekarang tinggal beradaptasi dengan tekanan dan memadukan gaya bermain baru,” ujar Peter Smith, analis sepak bola Asia dari AFC.

Salah satu tantangan utama adalah pergantian pelatih di tengah jalur kualifikasi. Patrick Kluivert, mantan striker timnas Belanda, resmi menggantikan Shin Tae-yong pada awal 2025. Kedatangan Kluivert menandai fase baru dalam proyek besar PSSI yang ingin membentuk tim nasional dengan pendekatan Eropa, khususnya Belanda.

Di bawah Kluivert, Indonesia menekankan permainan menyerang berbasis penguasaan bola. Ini terlihat dari struktur pemain yang kini banyak diisi oleh talenta keturunan Belanda seperti Jay Idzes, Ivar Jenner, Rafael Struick, hingga Nathan Tjoe-A-On. Keterlibatan pelatih-pelatih asal Belanda di staf kepelatihan juga mempercepat transisi taktik dan filosofi permainan.

Namun, transisi ini tentu butuh waktu. Kekalahan telak 0-6 dari Jepang pada laga terakhir putaran ketiga menjadi bukti bahwa Skuad Garuda belum sepenuhnya siap menghadapi tim-tim papan atas Asia. Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan.

Venue Netral

Tantangan lain datang dari kebijakan AFC yang akan menunjuk dua negara sebagai tuan rumah terpusat (centralized venue) untuk putaran keempat. Beredar kabar kuat bahwa Arab Saudi dan Qatar menjadi kandidat utama. Kedua negara ini dikenal memiliki iklim panas ekstrem dan atmosfer kompetisi yang berat, terutama bagi tim-tim Asia Tenggara.

Deperti dilakukan Irak, PSSI secara resmi telah mengirim surat kepada AFC agar proses penunjukan tuan rumah dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan keadilan iklim serta jarak perjalanan. PSSI menegaskan bahwa Indonesia siap berkompetisi di mana pun, tetapi menuntut kepastian agar persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal.

“Jika venue jatuh ke Qatar atau Saudi, aklimatisasi fisik menjadi ujian tersendiri. Tim Indonesia perlu fokus pada persiapan cuaca dan adaptasi taktik untuk bertahan dari tekanan lawan yang memiliki pengalaman lebih banyak di ajang ini,” ungkap Mohamed Al-Khafif, pengamat sepak bola Timur Tengah.

Dalam waktu dekat, timnas Indonesia dijadwalkan menggelar serangkaian uji coba internasional melawan tim-tim dari Asia Tengah dan Timur Tengah guna mengasah mental bertanding dan taktik bertahan. Sejauh ini dua tim yang telah dikonfirmasi menjadi lawan uji coba Skuad Garuda adalah Lebanon dan Kuwait.

Selain itu, koordinasi dengan klub-klub Liga 1 juga ditingkatkan agar pemain bisa mendapatkan menit bermain reguler di level kompetisi yang stabil. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.