Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fantastis! Ekspor Alas Kaki Tembus Rp30,6 Triliun di Awal 2025

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fantastis! Ekspor Alas Kaki Tembus Rp30,6 Triliun di Awal 2025 Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Taufiek Bawazier (kelima kiri) berfoto bersama pada Pelepasan Ekspor Alas Kaki produksi PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor alas kaki domestik pada triwulan I 2025 menyentuh angka 1,89 miliar dolar AS atau Rp30,67 triliun (kurs Rp16.229). Angka ini naik 13,80 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Dalam skala global, Indonesia menempati peringkat ke-6 eksportir alas kaki dunia, dengan pangsa pasar sebesar 3,99 persen. Ini membuktikan bahwa produk alas kaki nasional memiliki daya saing kuat dan kepercayaan tinggi di pasar dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufiek Bawazier dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (12/6).

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung iklim usaha dan perluasan pasar ekspor bagi industri alas kaki nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan perjanjian dagang, mendorong mutual recognition agreement dalam hal sertifikasi, serta memperluas akses pasar ke kawasan nontradisional.

“Kami berharap industri alas kaki Indonesia semakin berdaya saing dan mampu memperluas ekspansi ke kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, serta terus berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tuturnya.

Melihat catatan kinerjanya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri alas kaki nasional mampu tumbuh impresif sebesar 6,95 persen pada triwulan I tahun 2025.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa industri alas kaki tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh dan berekspansi secara aktif.

“Data juga menunjukkan bahwa hingga Agustus 2024, sektor industri kulit dan alas kaki telah menyerap tenaga kerja sebanyak 961 ribu orang, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menegaskan posisi industri ini sebagai industri padat karya strategis yang menopang stabilitas sosial dan ekonomi nasional,” ungkap Taufiek.

Momentum pertumbuhan juga terlihat dari sisi investasi. Selama periode Januari–Mei 2025, telah masuk investasi dari 12 perusahaan skala besar di sektor alas kaki (PMA), dengan total nilai investasi mencapai Rp8 triliun, kapasitas produksi mencapai 64,6 juta pasang sepatu dan 214,6 juta pasang komponen alas kaki, serta penyerapan tenaga kerja lebih dari 80 ribu orang.

“Ini adalah sinyal positif bahwa Indonesia masih menjadi destinasi utama investasi industri padat karya berorientasi ekspor,” pungkasnya.

Guna memberikan dukungan agar industri alas kaki domestik terus tumbuh, dirinya melakukan pelepasan ekspor alas kaki hasil produksi PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga, Jawa Tengah.

Dirjen IKFT menyampaikan apresiasi kepada PT SCI yang merupakan produsen alas kaki merek Nike yang berhasil mengapalkan produknya ke pasar India. Perusahaan ini melakukan ekspor alas kaki ke India sebanyak 124.117 pasang sepatu atau senilai 2 juta dolar AS pada Mei 2025.

“Ditargetkan hingga September 2025, ekspornya akan mencapai 227.654 pasang atau senilai 3,4 juta dolar AS,” sebutnya.

Taufiek menegaskan, pencapaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan komersial, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah menjadi bagian dari global value chain (rantai nilai global) industri alas kaki.

“Produk kita tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar global, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan standar internasional tertinggi,” ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Nasional
Rapat Evaluasi atas Kecelak...

Capaian Kinerja Dewan Pers

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Capaian Kinerja Dewan Pers

Perusakan dan Pengupasan Kulit Pohon di Bandung

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Daerah
Perusakan dan Pengupasan Ku...
Luar Negeri
AS-Korsel Persingkat Latiha...
Luar Negeri
IAEA Temukan Berton-Ton Mat...
Luar Negeri
Russia dan Ukraina Saling T...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.