Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menarik Nih! Wamendiktisaintek Stella Ungkap AI Ternyata Bisa Berbohong

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 19:16 WIB | Oleh:
Menarik Nih! Wamendiktisaintek Stella Ungkap AI Ternyata Bisa Berbohong Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Wamendiktisaintek Stella Christie dalam acara Simposium Integrasi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sektor Digital Informal di Jakarta, Rabu (11/6).

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan artificial intelligence (AI) juga bisa berbohong ketika menghitung kemungkinan Indonesia lolos kualifikasi Piala Dunia 2026.

Stella dalam acara Simposium Integrasi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sektor Digital Informal di Jakarta, Rabu (11/6), menceritakan bahwa ia dan timnya sempat menghitung kemungkinan Indonesia lolos kualifikasi Piala Dunia sebelum melawan China.

"Sebelum kita bertanding lawan China, masih ada sisa enam permainan, ada 729 skenario, lalu harus dihitung berapa kemungkinan skenario-skenario yang terjadi? Maka kami meminta AI memprogram atau coding untuk menghitung probabilitas dari 729 skenario tersebut," katanya.

Kemudian, setelah memberikan perintah atau prompt, Stella menemukan bahwa AI berbohong. Teknologi tersebut hanya memberikan estimasi saja, tidak menghitung kemungkinan seluruhnya.

"Waktu itu kita pakai Deep Seek, dan ternyata AI hanya memberi estimasi, tidak menghitung seluruhnya," ujar dia.

Menurut dia, kemampuan yang diperlukan oleh masyarakat bukan hanya bagaimana menggunakan AI, melainkan lebih dari itu, yakni kemampuan bernalar, mengkritisi, serta mengevaluasi hasil yang telah diberikan oleh AI.

"Bagus kalau kita mengerti coding, tetapi yang diperlukan bukan hanya mampu mengerti coding saja, karena kalau kita tidak mengkritisi, maka akan celaka, tidak bisa membuat hasil-hasil ekonomi atau mempekerjakan orang kalau tidak mengevaluasi hasilnya," kata dia.

Stella menegaskan, evaluasi yang dilakukan terhadap hasil AI lebih penting ketika memang tujuannya untuk menyerap tenaga kerja maupun meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang lebih bersaing di era AI.

"Evaluasi yang dilakukan terhadap hasil AI menjadi satu kemampuan paling penting yang harus dimiliki untuk kurikulum AI," tuturnya.

Untuk meraih bonus demografi dan memanfaatkan peluang besar yang bisa didapatkan di era AI, menurut dia, kemampuan evaluasi tersebut menjadi salah satu hal penting yang harus terus dilatih dan difasilitasi oleh pemerintah.

"Secara konkret, AI membuka peluang bagi mereka yang tidak berjuang di jalur formal untuk bisa secara cepat membuka kesempatan yang tadinya hanya bisa dilakukan oleh pakar-pakar tertentu, jadi yang paling diperlukan bukan skill persis sama yang bisa dilakukan oleh AI, tetapi bagaimana kita mengevaluasi hasil dari AI tersebut," kata Stella Christie. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.