Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Sulut: Ranperda RTRW 2025 Jadi Kerangka Utama Pembangunan Daerah

24 Rabu, 11 Jun 2025, 20:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Sulut: Ranperda RTRW 2025 Jadi Kerangka Utama Pembangunan Daerah Gubernur Sulut: Ranperda RTRW 2025 Jadi Kerangka Utama Pembangunan Daerah Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW memuat beberapa hal penting yang menjadi kerangka utama.

"Hal penting tersebut mencakup rencana struktur ruang wilayah, rencana pola ruang dan kawasan strategis," kata Gubernur Yulius di Manado, Rabu.

Rencana struktur ruang wilayah, kata Gubernur, mengatur sistem jaringan transportasi, sistem pusat permukiman, jaringan energi, dan telekomunikasi.

Sebagai contoh, kata dia, adalah pengembangan utama jalan tol Manado-Tomohon, Tomohon-Amurang dan Amurang-Kaiya, serta optimalisasi pelabuhan dan bandara.

Selain itu, memuat juga tentang jaringan jalur kereta api kira-kira sepanjang 315,38 kilometer beserta 20 stasiun kereta api di Sulut yang ke depannya direncanakan akan melintas pada dua kota dan dua kabupaten.

Begitupun dengan pengembangan Bandara Lembeh dan jembatan penyambung Bitung-Lembeh sebagai bagian dari pengintegrasian program pemerintah pusat.

Berikutnya, kata Gubernur, berkaitan dengan rencana pola ruang yang mana menetapkan kawasan lindung dan kawasan budidaya.

"Kawasan lindung mencakup taman nasional, hutan lindung, dan kawasan konservasi, sementara kawasan budidaya mencakup pertanian, pariwisata, dan kawasan industri," ujarnya.

Adapun luas rencana pola ruang di Sulut mencapai kurang lebih 5.416.581,16 hektare, yang terbagi atas luas kawasan lindung sebesar 747.884 hektare (13,77 persen) dan luas kawasan budi daya sebesar 4.670.697 hektare (86,23 persen).

Sementara, kawasan strategis memuat pengelolaan kawasan strategis yang terbagi dalam kawasan strategis nasional (KSN), kawasan strategis nasional tertentu (KSNT) dan kawasan strategis provinsi (KSP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.