Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Bengkulu Sebut Peran Satgasus PAD Penting terkait Penolakan Tambang Emas Seluma yang Potensinya Lebih Besar dari Freeport

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 08:50 WIB | Oleh:
Gubernur Bengkulu Sebut Peran Satgasus PAD Penting terkait Penolakan Tambang Emas Seluma yang Potensinya Lebih Besar dari Freeport Doc: antara foto
Ket. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan

BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan pentingnya peran Satuan Tugas Khusus Pendapatan Asli Daerah (Satgasus PAD) Provinsi Bengkulu terkait penolakan tambang emas yang ada di Kabupaten Seluma.

"Satgasus ini kami harapkan bisa menjadi penghubung dengan semua pihak. Termasuk mendengar langsung dari masyarakat, kenapa mereka menolak, misalnya, apakah karena mereka tidak bisa bekerja di sana, atau alasan lainnya," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, di Bengkulu, Rabu (11/6).

Satgasus kata dia berperan sebagai instrumen komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, terutama terkait isu tambang emas di Kabupaten Seluma yang belakangan menuai penolakan.

Menurut Helmi Satgasus tidak hanya akan menjadi pengawas teknis, tetapi juga jembatan sosial untuk menggali aspirasi masyarakat, memetakan potensi konflik, dan mencari solusi bersama.

Helmi menyebutkan proyek tambang emas di Seluma dikabarkan memiliki potensi lebih besar dari tambang Freeport di Papua.

“Kita juga akan pelajari bagaimana perusahaan ini mengelola tambang di daerah lain. Apakah profesional, bagaimana dampak lingkungannya, semua itu harus jelas,” ucap Helmi.

Gubernur juga menyoroti pentingnya memastikan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan tambang, seperti yang terjadi di daerah lain. Dia mencontohkan praktik di Banyuwangi, Jawa Timur, di mana pemerintah daerah memperoleh pendapatan hingga Rp1 triliun per tahun dari saham di tambang emas.

“Artinya ada yurisprudensinya. Ini bisa menjadi rujukan,” kata Helmi.

Irwasda Polda Bengkulu Brigjend Pol. Asep Teddy Nurasyah yang pernah menjabat sebagai Dirpamobvit di Polda Jawa Timur mengatakan pengelolaan komunikasi dan manfaat ekonomi dari tambang emas di Banyuwangi dan tambang minyak Bojonegoro bisa dijadikan contoh.

“Di sana, perusahaan menyalurkan bantuan beras secara rutin kepada warga sekitar tambang. Masyarakat pun merasa dilibatkan dan akhirnya ikut menjaga tambang,” kata Asep Teddy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
Kabar Baik Buat Pencari Ker...
Rona
Indro Warkop Kaget Gen Z Ma...
Luar Negeri
Obat Penurun Berat Badan ya...
Advertisement
Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.