Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ritual Mendak Tirta Jadi Prosesi Penting Jelang Yadnya Kasada di Bromo

📅 Senin, 09 Jun 2025, 17:29 WIB | Oleh:
Ritual Mendak Tirta Jadi Prosesi Penting Jelang Yadnya Kasada di Bromo Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo
Ket. Warga Hindu Tengger gelar ritual Mendak Tirta di Air Terjun Madakaripura Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Minggu (8/6).

PROBOLINGGO - Ritual Mendak Tirta di Air Terjun Madakaripura menjadi prosesi penting dari rangkaian upacara adat menjelang pelaksanaan Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten Gunung Bromo oleh masyarakat Tengger di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Ritual Mendak Tirta menjadi simbol permohonan restu kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh rangkaian upacara Yadnya Kasada berjalan lancar dan diberkahi," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto di kabupaten setempat, Senin (9/6).

Masyarakat Hindu Tengger di wilayah Kabupaten Probolinggo menggelar ritual Mendak Tirta di Air Terjun Madakaripura Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Minggu (8/6).

Ratusan warga Tengger mengikuti ritual sakral itu dengan membawa sesaji berupa hasil bumi yang sebelumnya telah didoakan dan diletakkan di pelataran tempat suci di sekitar air terjun.

Ritual dipimpin oleh para Dukun Pandita Tengger dengan pembacaan mantra-mantra suci sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

Air Terjun Madakaripura dipilih bukan tanpa alasan. Tempat itu diyakini sebagai lokasi keramat yang menjadi tempat pertapaan Patih Gajah Mada, tokoh legendaris pemersatu nusantara yang juga dianggap leluhur spiritual masyarakat Tengger.

"Air yang diambil dari lokasi itu dipercaya memiliki energi spiritual tinggi yang menyucikan jiwa dan alam semesta.
Air yang diambil akan digunakan untuk menyucikan seluruh benda peribadatan di Pura Luhur Poten," tuturnya.

Ia menjelaskan air suci yang dikumpulkan berasal dari beberapa sumber utama, tidak hanya Air Terjun Madakaripura, namun juga di sumber mata air lainnya termasuk Goa Widodaren, Sumber Semanik, Meru Moyo di Kabupaten Lumajang, Sumber Pitu Kabupaten Malang dan Rondo Kuning di Ranupani Kabupaten Lumajang.

"Semua sumber itu dianggap suci dan berperan dalam menyempurnakan prosesi penyucian spiritual umat Hindu Tengger," katanya.

Menurut dia air dari berbagai sumber itu adalah simbol pemersatu elemen kehidupan. Ketika semuanya dikumpulkan menjadi satu, maka hal itu menunjukkan persatuan dalam kesucian dan doa bersama seluruh masyarakat Tengger.

Setelah prosesi di Madakaripura selesai, air suci dibawa secara khusus ke Pura Luhur Poten di tengah lautan pasir Gunung Bromo dan di sanalah puncak upacara Yadnya Kasada akan digelar, termasuk tradisi labuh sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai bentuk pengabdian dan ucapan syukur kepada Sang Pencipta.

"Ritual Mendak Tirta tidak hanya menyimpan nilai religius yang dalam, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang terus dijaga oleh masyarakat adat Tengger. Prosesi ini menjadi bagian dari warisan budaya tak benda yang memperkaya tradisi spiritual di kawasan Gunung Bromo," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
WTP Kesembilan Kali untuk P...

Kabar Gembira bagi Warga, Jembatan Senen Kembali Beroperasi

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kabar Gembira bagi Warga, J...

Ribuan Lowongan Kerja Terbuka di Jakarta

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ribuan Lowongan Kerja Terbu...
Nasional
Kemnaker Ajak Dunia Usaha P...
Luar Negeri
AS Berlakukan Sanksi Baru p...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.