Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemkomdigi Kaji Teknologi untuk SATRIA-2 Dapat Lengkapi SATRIA-1

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 07:48 WIB | Oleh:
Kemkomdigi Kaji Teknologi untuk SATRIA-2 Dapat Lengkapi SATRIA-1 Doc: ANTARA/Livia Kristianti
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Ruang Pers Kantor Kementerian Komdigi, Kamis (5/6).

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebutkan masih melakukan kajian dari sisi teknologi untuk satelit tambahan yang bakal menopang Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) yaitu SATRIA-2.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan meski saat ini SATRIA-1 masih memiliki kapabilitas yang cukup untuk melayani daerah-daerah yang tak tersentuh konektivitas digital namun potensi terkait penggunaan teknologi untuk SATRIA-2 sudah memasuki tahapan kajian.

"Jadi untuk saat ini (kapasitas SATRIA-1) masih cukup, namun kemungkinan potensi untuk SATRIA-2 itu ya masih dalam kajian-kajian, ini terus kita kaji," kata Meutya di Ruang Pers Kemkomdigi, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, apabila sebelumnya pemerintah hanya mempertimbangkan teknologi satelit geostasioner (GEO) seperti yang digunakan di SATRIA-1, kini pemerintah mulai mengkaji kemungkinan SATRIA-2 menggunakan teknologi lain yang cukup banyak digunakan pelaku industri seperti satelit Low Earth Orbit (LEO).

Menurutnya tidak menutup kemungkinan juga bahwa kedua teknologi satelit itu bisa dipadukan, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan maka cakupan berbagai teknologi dibutuhkan untuk mendukung pemerataan konektivitas.

"Pada prinsipnya dengan model Indonesia yang kepulauan, itu dugaan saya akan membutuhkan kombinasi dari berbagai macam pendekatan ini. Jadi ada satelit GEO, ada satelit LEO, dan sebagainya. Gak bisa pilih hanya ini atau hanya yang satunya," kata Meutya.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/1) pembahasan mengenai SATRIA-2 juga sempat disinggung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dijelaskan oleh Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar saat ditemui Antara di Malang, Jawa Timur, Sabtu, bahwa pemerintah masih melanjutkan studi untuk memastikan pembangunan infrastruktur digital tersebut.

“Kalau secara teknis kita masih melakukan updating terhadap visibilitas,” kata wanita yang akrab disapa Indah itu.

Kajian terhadap visibilitas SATRIA-2 tersebut diharapkan mampu memberikan keputusan penggunaan teknologi yang tepat untuk menghadirkan konektivitas digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya di daerah 3T. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.