Gauff vs Sabalenka, Duel Panas di Final Roland Garros
📅 Jumat, 06 Jun 2025, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Pertandingan antara petenis peringkat 1 dan 2 dunia untuk memperebutkan gelar Roland Garros untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, akhirnya tercipta. Aryna Sabalenka akan menghadapi Coco Gauff di babak final French Open.
Petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, melaju ke final setelah mengakhiri kisah Cinderella petenis wild card asal Prancis, Lois Boisson, di semifinal dengan skor meyakinkan 6-1, 6-2. Ini menjadi final kedua Gauff di French Open.
“Pada final pertama saya di sini, saya sangat gugup dan merasa tidak bersemangat bahkan sebelum pertandingan dimulai,” ujar Gauff, yang menjadi runner-up setelah kalah dari Iga Swiatek pada 2022, dikutip dari WTA, Jumat (6/6).
Gauff akan berusaha meraih gelar Grand Slam keduanya di Paris. Ia sebelumnya menjuarai US Open 2023, mengalahkan Sabalenka dalam tiga set. Pertandingan final Roland Garros akan digelar pada Sabtu (7/6).
"Tentu saja di sini saya jauh lebih percaya diri setelah bermain di final Grand Slam sebelumnya dan tampil baik di salah satunya. Ya, saya pikir memasuki hari Sabtu saya akan memberikan yang terbaik dan mencoba untuk setenang dan sesantai mungkin," ujar petenis berusia 21 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Apa pun yang terjadi, terjadilah, dan ketahuilah bahwa saya telah mengerahkan upaya terbaik."
Pertemuan petenis nomor 1 dan nomor 2 dunia untuk memperebutkan gelar Grand Slam terakhir kali terjadi di Australian Open 2018 saat Caroline Wozniacki mengalahkan Simona Halep dan di Paris pada 2013 saat Maria Sharapova menang atas Serena Williams.
Sabalenka dan Gauff memiliki rekor head to head yang simbang. Mereka memiliki rekor keseluruhan 5-5 dan 1-1 di ajang Grand Slam.
"Semifinal adalah pertandingan besar, dan terasa seperti final, tetapi saya tahu bahwa pekerjaan belum selesai," kata Sabalenka.
"Saya harus tampil di sana pada hari Sabtu, dan saya harus berjuang dan mengeluarkan permainan tenis terbaik saya, dan saya harus bekerja keras untuk meraih gelar itu, terutama jika itu adalah Coco."
Sedangkan pada laga semifinal, Gauff mengerahkan upaya terbaiknya melawan Boisson yang berada di peringkat ke-361, tidak memberi petenis Prancis itu pijakan dalam pertandingan atau para penggemar untuk melibatkan diri dalam mendukung petenis lokal pertama yang mencapai semifinal dalam lebih dari satu dekade.
Gauff mematahkan servis enam kali dalam satu jam dan sembilan menit, dan Boisson tidak pernah memimpin di papan skor.
Di awal set kedua, ia berhasil melakukan break point pada servis Gauff di gim ketiga dan, kemudian, langsung bangkit kembali ketika petenis Amerika itu memimpin 3-1, tetapi tidak dapat memperkecil ketertinggalan.
Tidak dapat menemukan level yang membawanya melewati unggulan ketiga Jessica Pegula dan unggulan keenam Mirra Andreeva -- Boisson berhasil mengalahkan delapan winner hingga 33 kesalahan sendiri -- petenis Prancis itu tetap meninggalkan Paris setelah dua pekan yang mengubah hidupnya, dan akan memangkas lebih dari 300 peringkat dari posisinya di peringkat WTA, Senin mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!