Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten verifikasi 811 sekolah swasta untuk sekolah gratis

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 20:05 WIB | Oleh:
Pemprov Banten verifikasi 811 sekolah swasta untuk sekolah gratis Doc: ANTARA/HO-Pemprov Banten
Ket. Gubernur Banten Andra Soni.

Serang -- , 05/6 (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten masih dalam proses memverifikasi sebanyak 811 sekolah swasta yang mendaftar untuk program sekolah gratis.

"Program ini direncanakan segera berjalan dan menyasar peserta didik baru kelas X. Sampai hari ini kita masih memverifikasi 811 sekolah yang mendaftar," ujar Gubernur Andra Soni di Serang, Kamis.

Ia juga menegaskan bahwa tahapan sosialisasi program terus dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.

"Hari ini Pak Wagub, hari ini kalau saya tidak salah, bersosialisasi di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Pandeglang. Nanti saya yang ke Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan, Kota Tangerang," ujar dia.

Andra juga mengimbau sekolah-sekolah swasta yang telah mendaftar untuk mencantumkan status sekolah gratis pada materi promosi, namun hal tersebut dilakukan setelah proses verifikasi rampung.

"Ya, nanti setelah mereka terverifikasi semua, setelah terverifikasi maka dia akan masuk ke dalam sistem. Sehingga dalam proses pendaftaran penerimaan murid baru, dia akan ada pilihan sekolah swasta yang dipilih alternatif," ujarnya.

Terkait kuota penerima manfaat program, Gubernur memastikan bahwa saat ini program masih menyasar peserta didik kelas X. "Masih di kelas X, ya masih di kelas X. Nanti tahun depan kelas X dan kelas XI, tahun berikutnya kelas X, XI, XII dan seterusnya," katanya.

Sementara itu, untuk siswa kelas XI dan XII yang sudah bersekolah saat ini, belum ada skema subsidi yang disiapkan. Hal ini berkaitan dengan penganggaran yang baru dimulai pada tahun 2025.

"Belum, karena memang sekolah gratis ini kita masuknya setelah APBD atau kita masuknya di tahun 2025. Sedangkan penyusunan APBD tahun 2024 akhir," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan, di samping fakta bahwa siswa kelas XI dan XII saat ini telah membayar sejumlah biaya.

"Memang ada ruang di sana kita untuk membiayai pendidikan secara gratis. Tapi keuangan kita sementara cukup sampai dengan kelas X. Kedua pertimbangannya adalah kelas yang sekarang sedang sekolah dan kelas XI yang berikutnya akan menjadi kelas XII. Mereka kan telah membayar ruang gedung dan membayar yang lain-lain yang nanti digratiskan melalui program sekolah gratis ini," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.