Kim Jong Un Janji Dukung Russia Tanpa Syarat, termasuk Perang di Ukraina
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 11:19 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP/KCNA
SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji akan "mendukung Russia tanpa syarat" di semua bidang termasuk dalam perangnya di Ukraina, kata media pemerintah Pyongyang, KCNA, Kamis (5/6).
Korea Utara menjadi salah satu sekutu utama Moskow selama lebih dari tiga tahun serangan Russia di Ukraina, mengirimkan ribuan tentara untuk membantu Kremlin mengusir pasukan Ukraina dari wilayah perbatasan Kursk Russia.
Saat bertemu dengan pejabat keamanan tinggi Russia Sergei Shoigu pada hari Rabu, Kim mengatakan Pyongyang akan "tanpa syarat mendukung pendirian Russia dan kebijakan luar negerinya dalam semua masalah politik internasional yang penting termasuk masalah Ukraina", Kantor Berita Pusat Korea melaporkan.
Kim "menyatakan harapan dan keyakinannya bahwa Russia, seperti biasa, pasti akan meraih kemenangan dalam perjuangan suci keadilan", kata KCNA.
Kedua pihak sepakat untuk "terus memperluas hubungan secara dinamis", kantor berita pemerintah melaporkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Russia dan Korea Utara menandatangani kesepakatan militer besar-besaran, termasuk klausul pertahanan bersama, selama kunjungan langka pemimpin Russia Vladimir Putin ke Korea Utara tahun lalu.
Sekitar 600 tentara Korea Utara tewas dan ribuan lainnya terluka saat bertempur untuk Russia, menurut anggota parlemen Korea Selatan Lee Seong-kweun, mengutip dinas intelijen negara itu.
Korea Utara pada bulan April untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengerahkan pasukan ke Russia untuk mendukung perang Moskow di Ukraina – dan mengakui pasukannya telah tewas dalam pertempuran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Selatan juga menuduh Korea Utara yang bersenjata nuklir mengirim kontainer berisi senjata, termasuk rudal, untuk membantu upaya perang Russia.
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua bagi Shoigu ke Pyongyang dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Perkuat Hubungan
Sebuah kelompok pemantau sanksi multilateral, termasuk Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang dan delapan negara lain, minggu lalu mengecam hubungan antara Russia dan Korea Utara sebagai "melanggar hukum".
Menurut kelompok tersebut, kapal kargo berbendera Russia mengirimkan sebanyak "sembilan juta butir amunisi artileri campuran dan peluncur roket ganda" dari Korea Utara ke Russia tahun lalu.
Sebagai imbalannya, "Russia diyakini telah menyediakan peralatan pertahanan udara dan rudal antipesawat kepada Korea Utara", katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!