Sejumlah Strategi Penanganan Kasus HIV Dipaparkan Dinkes Kota Malang
📅 Rabu, 04 Jun 2025, 18:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur memaparkan sejumlah strategi penanganan terhadap 190 kasus human immunodeficiency virus (HIV).
"Kami sudah melakukan sejumlah pelayanan untuk ini (HIV), seperti perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP), extra hour, sampai point of care (POC). Untuk angka kasus cenderung tetap, iya (190 kasus)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar di Malang, Rabu.
Ia menjelaskan pelayanan PDP telah diberlakukan di semua pusat kesehatan masyarakat yang berjumlah 16 unit dan tersebar di lima kecamatan se-Kota Malang.
PDP merupakan layanan terpadu untuk memberikan dukungan kepada orang dengan HIV melalui sisi medis, psikologis, hingga sosial.
"Semua puskesmas di kota malang bisa memberikan layanan ini (PDP)," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk layanan extra hour telah dilaksanakan di Puskesmas Dinoyo dan Pandawangi. Konsepnya, yakni melayani pasien yang mengidap penyakit menular seksual.
"Ada juga layanan POC di daerah Kelurahan Pandawangi. Kami mengingatkan agar pasien HIV melakukan pengobatan antiretroviral (ARV) sesuai ketentuan," ucap dia.
Dinkes Kota Malang juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan langkah pencegahan dan pengendalian HIV melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu diusulkan oleh kelurahan, kecamatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sudah kami akomodasi," katanya.
Meifta menyatakan serangkaian strategi yang dijalankan juga bertujuan meningkatkan kesedaran masyarakat terkait dengan perilaku menyimpang yang berpotensi menyebabkan seseorang bisa terpapar dan tertular HIV.
Selain perilaku seks bebas, seseorang pengguna narkoba jenis suntik rawan terjangkit HIV.
Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat tidak mendiskriminasi pasien HIV di lingkungan tempat tinggal mereka sebab media penularan virus tersebut bukan berasal dari pola interaksi sosial.
"Penggunaan jarum suntik secara bergantian bisa menularkan, kemudian dari darah dan cairan sperma maupun cairan vagina dari orang yang telah terlebih dulu terpapar HIV. Penyakit ini tidak menular melalui jabat tangan maupun berkomunikasi," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!