Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Bongkar Akar Krisis Ritel Kekinian, Ini Penyebab Utamanya

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Bongkar Akar Krisis Ritel Kekinian, Ini Penyebab Utamanya Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Suasana ritel modern.

JAKARTA - Perubahan tren konsumsi di masyarakat ditengarai menjadi penyebab banyaknyan ritel modern yang menutup tokonya secara permanen hingga gulung tikar. Karenanya, inovasi perlu dilakukan peritel modern untuk bertahan di tengah dinamika bisnis yang begitu cepat.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berdiskusi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) terkait dengan tutupnya ritel modern. Dari hasil pembahasan, ditemukan bahwa pembeli atau konsumen mencari tempat belanja yang menawarkan pengalaman lain, seperti tempat hiburan.

"Kalau kami diskusi dengan APPBI, itu ternyata kalau ritel modern itu hanya jualan ya, tidak ada experience di situ, tidak ada journey di situ. Ya dia pasti akan kalah dengan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Jakarta, Rabu (4/6).

Faktor lainnya, kata Budi, pola belanja atau gaya hidup masyarakat telah berubah, dari yang membeli kebutuhan untuk satu bulan, menjadi harian.

Menurut Budi, pola belanja tersebut mempengaruhi pemasukan ritel modern. Saat ini, konsumen lebih banyak berbelanja di ritel kecil atau warung-warung kelontong.

Budi mengatakan saat ini ritel modern perlu melakukan transformasi dan mengikuti tren yang sedang terjadi di industri tersebut.

"Kalau mal departement store itu hanya tempat belanja, tidak ada tempat misalnya untuk makan, untuk nongkrong, untuk ngumpul, ya akan sepi pengunjung. Itu mungkin gambaran, bahwa kita juga harus bisa mengikuti tren yang ada," imbuhnya.

Kemendag optimistis sektor ritel Indonesia tetap mengalami pertumbuhan yang positif, meski sejumlah toko ritel terpaksa menutup gerainya. "Kami optimistis sektor ritel Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang positif secara moderat," ujar Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag Septo Soepriyatno bulan lalu.

Septo mengatakan, pertumbuhan ini dapat terwujud apabila didukung dengan ekosistem industri yang baik. Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai pihak, baik antara kementerian/lembaga dan juga swasta dapat memperbaiki kondisi daya beli masyarakat.

Dalam mengupayakan pertumbuhan ritel tanah air, Kemendag akan melakukan evaluasi dan harmonisasi regulasi terkait dengan aturan distribusi barang secara konvensional dan perdagangan melalui sistem elektronik (PSME).

Selanjutnya, Kemendag secara berkala akan melakukan pertemuan dengan pelaku usaha ritel untuk membahas peluang dan tantangan bisnis saat ini. Kemendag akan memfasilitasi dan memberikan pendampingan berbasis data kepada para pelaku usaha ritel agar lebih siap beradaptasi pada ekosistem digital yang berkembang pesat. Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.